Portugal Hadapi RD Kongo di Laga Pembuka Grup K Piala Dunia 2026
Tim nasional Portugal dijadwalkan menghadapi Republik Demokratik Kongo dalam pertandingan pembuka Grup K Piala Dunia 2026 di Stadion NRG Houston, Texas, Amerika Serikat, pada Rabu, 17 Juni 2026 pukul 19.00 waktu setempat. Pertandingan ini menandai kembalinya RD Kongo ke panggung tertinggi sepak bola dunia setelah absen selama 52 tahun, sejak terakhir kali berkompetisi pada tahun 1974 dengan nama Zaire. Langkah skuad berjuluk Les Leopards menuju putaran final diraih lewat perjuangan berat, termasuk finis di posisi kedua Grup D kualifikasi zona CAF sebelum menyingkirkan Kamerun dan Nigeria di babak playoff, serta menundukkan Jamaika 1-0 via babak perpanjangan waktu.
Persiapan RD Kongo sempat terganggu oleh karantina 21 hari yang diterapkan otoritas Amerika Serikat akibat wabah Ebola di tanah air mereka, sehingga memaksa tim besutan Sébastien Desabre mengisolasi diri di Belgia dan membatalkan laga uji coba melawan Cile.
Dalam laga pemanasan yang sempat terlaksana, RD Kongo menahan imbang Denmark 0-0, namun kemudian kalah 0-2 dari Cile dalam pertandingan tertutup di Prancis, yang memicu perdebatan publik mengenai performa penjaga gawang Lionel Mpasi setelah kebobolan dua gol jarak jauh. Kekhawatiran bertambah bagi Les Leopards karena Lionel Mpasi dilaporkan mengalami cedera tibia ringan saat sesi latihan di Houston, meskipun tim medis masih terus melakukan observasi mengenai kesiapannya.
Di kubu Portugal, pelatih Roberto Martinez menurunkan formasi 4-3-3 dengan mengandalkan duet bek muda Tomás Araújo dan Renato Veiga karena Rúben Dias harus absen, sementara lini depan dipercayakan kepada Bernardo Silva, Pedro Neto, dan Cristiano Ronaldo. Cristiano Ronaldo yang kini berusia 41 tahun berpeluang mengukir sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia yang berbeda.
Penyerang utama RD Kongo menyatakan kesiapan timnya untuk memberikan perlawanan sengit dan memanfaatkan momentum ini demi menaikkan status sepak bola negaranya di mata dunia. "This is an opportunity for us to restore the country to the position it deserves," ujar Yoane Wissa, penyerang RD Kongo. Pemain asal klub Newcastle United tersebut menyadari kualitas besar yang dimiliki oleh tim lawan, namun ia menegaskan bahwa skuadnya tidak akan gentar menghadapi nama besar Portugal.
"Portugal are one of the best teams in the world. We’ll be under a bit of pressure – that’s normal – but we must stay positive. They’re a better team than us, but we’re going to look them straight in the eye," kata Yoane Wissa, penyerang RD Kongo.
Pelatih kepala RD Kongo, Sébastien Desabre, juga menegaskan bahwa segala hambatan dalam proses persiapan tidak menjadi alasan bagi anak asuhnya untuk tampil buruk di turnamen ini. "We need to adapt," kata Sébastien Desabre, pelatih kepala RD Kongo. Juru taktik asal Prancis tersebut menambahkan bahwa situasi sulit yang dihadapi masyarakat di negaranya justru menjadi bahan bakar motivasi tambahan bagi para pemain ketika bertanding di lapangan.
"We are very affected [by the situation]," tutur Sébastien Desabre, pelatih kepala RD Kongo.
Desabre menyatakan rasa bangganya bisa membawa tim ini kembali ke Piala Dunia setelah menanti selama lebih dari setengah abad. "After 52 years, it’s really a pride, a pleasure," ucap Sébastien Desabre, pelatih kepala RD Kongo.
Di sisi lain, juru taktik Portugal memberikan penjelasan terkait keputusannya memercayakan lini pertahanan kepada para pemain muda berbakat dalam laga krusial ini. "Tomás Araújo e Renato Veiga têm um potencial incrível," kata Roberto Martínez, pelatih kepala Portugal.
Laga ini dipimpin oleh wasit asal Qatar, Abdulrahman Al-Jassim, dibantu oleh asisten Taleb Al-Marri dan Saud Al-Maqaleh, sementara posisi asisten wasit video (VAR) ditempati oleh Khamis Al-Marri.