Prabowo Minta Pembangunan Sumur Bor Cegah Karhutla Riau
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembuatan sumur bor di lokasi titik panas atau hotspot untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau pada Senin, 24 Agustus 2026. Instruksi ini disampaikan saat memimpin rapat penanganan karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, dilansir dari Detikcom.
Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal melaporkan data penanganan karhutla dalam rapat tersebut. Sebanyak 306 hotspot terdeteksi hingga 23 Agustus 2026, dengan tujuh titik berkembang menjadi titik api di Kabupaten Pelalawan dan Kampar.
"Untuk per tanggal kemarin 23 Agustus, terdeteksi hotspot di Provinsi Riau sebanyak 306 titik," kata Edy.
Titik api terbesar masih berada di kawasan Kerumutan dan Rimbo Panjang.
"Saat ini yang masih cukup besar itu berada di Kabupaten Pelalawan, yaitu di Kerumutan, serta Kabupaten Kampar di Rimbo Panjang," katanya.
BPBD Riau mencatat akumulasi lahan terbakar sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 16.277,50 hektare dari total 10.514 hotspot.
"Alhamdulillah sudah bisa kita padamkan, sehingga saat ini tinggal tersisa tujuh titik yang kami sampaikan sebelumnya," katanya.
Luas lahan terbakar kini tersisa 900 hektare dari total belasan ribu hektare yang terdampak.
"Jadi dari 16.000 hektare yang terbakar, sekarang tinggal 900?" tanya Prabowo.
Atas capaian pemadaman tersebut, Presiden memberikan apresiasi kepada tim gabungan di daerah.
"Dari Januari sampai Agustus, saya kira cukup bagus itu. Saya terima kasih," ujar Prabowo.
Presiden mendorong keterlibatan aparat untuk mempercepat pemadaman sisa titik api yang ada.
"Saya kira ini cukup membanggakan ya, kalian mengatasi 15.000 hektare. Nah, ini saya yakin yang 900 ini bisa segera," kata Prabowo.
Instruksi pengerahan personil tambahan disampaikan untuk mengantisipasi kendala lapangan.
"Kerahkan TNI-Polri ya, kerahkan kekuatan kita. Kalau Anda perlu tambahan bantuan, segera lapor," lanjutnya.
Pencegahan dini ditekankan agar petugas segera mendatangi lokasi begitu titik panas muncul.
"Jangan nunggu sampai jadi titik api. Ya tolong ya, masuk ke titik hotspot itu. Segera saja masuk, ambil tindakan dini," tegas Prabowo.
Penggunaan infrastruktur air diusulkan sebagai langkah teknis penanganan di lapangan.
"Di tempat-tempat itu bisa dibikin bor air?" tanya Prabowo.
BPBD mengonfirmasi sumur bor dapat dibangun pada kedalaman 30 hingga 50 meter. Presiden lantas memerintahkan pembuatan sumur bor secara masif di 300 titik panas.
"Segera saja di 300 titik langsung bikin bor air," tegas Prabowo.
Langkah ini diharapkan dapat menghentikan penyebaran api sejak dini di wilayah rawan.
"Ya, langsung ke situ, langsung bikin bor air. Begitu ada hotspot, bikin bor air di situ. Jangan tunggu jadi titik api," imbuhnya.