Prabowo Perintahkan Pembuat Pengeboran Air Tangani Karhutla

Share

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penanganan cepat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membuat bor air langsung di setiap titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Kalimantan dan Sumatra, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Selasa (25/8/2026).

Langkah tegas pemerintah tersebut mendapat apresiasi dari akademisi ilmu pemerintahan Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB), Achmad Baidowi (Awiek), yang meminta penegakan hukum terus dilanjutkan terhadap puluhan pihak yang terlibat.

Sikap ketegasan jajaran pemerintah ditunjukkan melalui langkah penegakan hukum terhadap 72 tersangka yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran lahan.

"Kami mengapresiasi ketegasan Presiden RI Prabowo Subianto dalam menangani kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah provinsi di Kalimantan dan Sumatera," kata Awiek, akademisi ilmu pemerintahan Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB).

Guna memastikan pencegahan berjalan optimal, pihak akademisi mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kemungkinan keterlibatan entitas bisnis di balik kasus ini.

"Sikap tegas tersebut berupa tindakan ataupun sanksi kepada para pelaku terutama korporasi dan juga penegakan hukum kapada 72 tersangka," kata dia.

Proses hukum yang berjalan diharapkan dapat memberikan efek jera agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa depan.

"Terhadap 72 tersangka tersebut perlu diusut apakah ada keterkaitan dengan korporasi atau inisiatif perorangan. Penegakan hukum sangatlah penting sebagai efek jera agar karhutla tidak terjadi lagi," imbuhnya.

Selain penindakan hukum, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci utama percepatan pengendalian kebakaran di lapangan.

"Untuk menangani kasus Karhutla tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah pusat namun perlu juga andil dari pemerintah daerah. Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah maka penanganan kasus karhutla akan lebih cepat terkendali," tuturnya.

Instruksi Presiden Prabowo disampaikan saat memimpin rapat terbatas penanganan karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026). Presiden meninjau langsung wilayah terdampak untuk memastikan koordinasi lintas sektoral berjalan optimal.

"Ya langsung ke situ langsung bikin bor air. Begitu ada hotspot bikin bor air di situ. Jangan tunggu titik api," kata Prabowo kepada jajarannya.

Sebagai langkah pengawasan, Presiden juga menekankan pentingnya edukasi bagi masyarakat desa dan tindakan preventif agar tidak ada pihak yang sengaja membakar lahan.

"Kemudian semua aparat mencegah kalau ada oknum atau manusia yang sengaja membakar untuk alasan apapun. Kasih penjelasan, edukasi ke semua unsur di semua desa, beri penjelasan bahwa membakar lahan adalah dilarang keras," jelas Prabowo.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author