Prabowo Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2026

Share

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meningkatkan target revitalisasi menjadi 71.744 satuan pendidikan di Indonesia pada tahun 2026 atas instruksi Presiden Prabowo Subianto. Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat yang menyasar sekolah dari Aceh hingga Papua, seperti dilansir dari Detikcom pada Jumat (29/5/2026).

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa penambahan target pada tahun 2026 tersebut bertujuan untuk mempercepat perbaikan seluruh sekolah di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun. Sebelumnya, program revitalisasi yang berjalan sejak 2025 ini hanya menargetkan 16.167 satuan pendidikan.

"Jika diakumulasikan dengan capaian tahun sebelumnya, maka dua tahun pemerintah menargetkan perbaikan bagi hampir 100 ribu sekolah," tutur Mendikdasmen dalam keterangan tertulis dikutip, Jumat (29/5/2026).

Pemerintah menetapkan wilayah Indonesia Timur dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan manusia guna mengatasi kesenjangan pendidikan secara bertahap.

"Kami berkomitmen untuk bagaimana kesenjangan pendidikan itu dapat kami atasi secara bertahap dengan prioritas pada daerah-daerah 3T. Sehingga karena itu, kalau ada usulan-usulan unit sekolah baru di Indonesia Timur atau daerah 3T yang lainnya, kami akan berikan prioritas untuk tahun 2026 ini," beber Mu'ti.

Langkah prioritas di wilayah timur tersebut diharapkan dapat mendorong penerapan program Wajib Belajar 13 Tahun di Papua yang mengharuskan anak mengenyam pendidikan sejak bangku taman kanak-kanak. Kebijakan ini mendapat sambutan baik dari pemerintah daerah setempat saat kunjungan Mendikdasmen ke Papua Barat.

"Pemerintah Provinsi Papua Barat memiliki komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di seluruh pelosok wilayah," jelasnya Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Ali Bahan Temongmere.

Ali Bahan Temongmere menilai kunjungan kerja kementerian ke wilayahnya menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam memajukan pendidikan di Indonesia Timur. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama untuk membangun sumber daya manusia yang cerdas sekaligus berkarakter.

Salah satu hasil nyata program ini di Papua Barat terlihat di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) Manokwari yang selesai direvitalisasi dalam waktu 3 bulan dari target awal 10 bulan. Sekolah inklusif ini memiliki 60 sampai 70 persen murid asli Papua dan nonmuslim, serta menerapkan metode pembelajaran mendalam berbasis kearifan lokal pelestarian hutan Pegunungan Arfak bernama Igya Ser Hanjop.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author