BMKG Prakirakan Cuaca Surabaya Dominan Cerah Berawan Minggu Ini Namun Kualitas Udara Memburuk

Share

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Kota Surabaya, Jawa Timur dominan cerah berawan pada Minggu, 12 Juli 2026. Meski kondisi cuaca terpantau kondusif untuk aktivitas luar ruangan, laporan terkini menunjukkan tingkat kualitas udara di wilayah ini mengalami penurunan signifikan.

Data resmi BMKG menunjukkan bahwa polusi udara di Surabaya saat ini mencapai tingkat yang tinggi. Berdasarkan parameter indeks kualitas udara terbaru, atmosfer di ibu kota Jawa Timur tersebut dikategorikan berada pada level tidak sehat untuk kelompok sensitif.

Prakiraan Cuaca Esok Hari, Minggu, 12 Juli 2026 | Info BMKG

Kondisi udara yang kurang bersahabat ini memicu rekomendasi kesehatan khusus dari otoritas terkait. Masyarakat setempat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan, diimbau untuk waspada.

Secara lebih spesifik, perkiraan cuaca wiyung, khususnya di kawasan Babatan, Kecamatan Wiyung, menunjukkan karakteristik cuaca kering yang khas. Tingkat kelembapan udara di area tersebut tercatat berada di angka 66 persen dengan jarak pandang yang masih sangat baik.

Parameter Cuaca di Babatan Wiyung

Kecepatan angin di kawasan Babatan dilaporkan bertiup konstan sebesar 9,3 kilometer per jam. Berdasarkan pantauan radar, pergerakan udara atau arah angin tersebut bertiup dari arah Timur.

Prakiraan Cuaca Wilayah Pelayaran dan Pelabuhan

Di sektor maritim, ramalan cuaca tanjung perak dan area sekitarnya juga telah diperbarui oleh BMKG. Otoritas meteorologi merilis periode validitas prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Perairan Surabaya hingga Bangkalan.

Periode validitas untuk jalur pelayaran tersebut berlaku mulai tanggal 12 Juli 2026 pukul 00.00 WIB hingga 15 Juli 2026 pukul 00.00 WIB. Garis waktu yang sama juga diterapkan untuk validitas prakiraan cuaca di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Ramalan Cuaca Surabaya Seminggu ke Depan

Masyarakat yang ingin merencanakan aktivitas jangka pendek dapat memantau pergerakan cuaca surabaya seminggu ke depan. BMKG memproyeksikan variasi cuaca dari tanggal 12 Juli 2026 hingga 21 Juli 2026 akan didominasi oleh suhu udara yang cukup terik pada siang hari.

Rentang suhu udara di Kota Pahlawan selama sepuluh hari ke depan diprakirakan berfluktuasi cukup dinamis. Suhu terendah diprediksi menyentuh 22 derajat Celsius pada malam hari, sementara suhu tertinggi dapat mencapai 33 derajat Celsius di siang hari.

Berikut adalah tabel rincian parameter cuaca di wilayah Surabaya (Babatan) untuk periode pertengahan Juli 2026:

Data Parameter Cuaca Surabaya Periode 12–21 Juli 2026
Indikator Cuaca Nilai Minimal Nilai Maksimal
Suhu Udara 22°C 33°C
Kelembapan Udara 40% 91%
Kecepatan Angin 2,9 km/jam 13,8 km/jam
Jarak Pandang > 10 km –

Arah angin di Surabaya selama sepekan ke depan diprakirakan bergerak variatif, mulai dari Timur, Tenggara, Selatan, hingga Timur Laut. Sementara itu, tingkat kelembapan udara akan berada pada rentang yang lebar, yaitu antara 40 persen hingga 91 persen.

Rekomendasi Aktivitas dan Kesehatan Warga

Sehubungan dengan adanya laporan polusi udara surabaya yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, warga diharapkan melakukan langkah mitigasi mandiri. Pertanyaan warga mengenai "apakah udara surabaya hari ini sehat untuk anak anak" terjawab melalui instruksi pengurangan aktivitas luar ruangan.

  • Mengurangi durasi aktivitas di luar ruangan apabila merasakan gejala gangguan pernapasan.
  • Segera memakai masker yang sesuai standar penyaringan polutan jika terpaksa beraktivitas di jalan raya.
  • Memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami iritasi tenggorokan atau kesulitan bernapas yang berlanjut.

Bagi para pengguna transportasi laut yang hendak bertolak dari pelabuhan setempat, BMKG mengingatkan bahwa informasi mendetail mengenai prakiraan cuaca di sepanjang rute pelayaran dengan titik keberangkatan dari Surabaya memerlukan pemilihan rute spesifik terlebih dahulu oleh pengguna melalui sistem informasi maritim resmi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author