Pramono Anung minta fasilitas olahraga untuk cegah tawuran Manggarai
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti tawuran di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan yang mengganggu perjalanan KRL. Pramono menyatakan telah berkoordinasi dengan Kapolda dan jajaran penegak hukum untuk penanganan, serta mengusulkan fasilitas olahraga agar energi anak muda tersalurkan secara positif.
Menurut Pramono, tawuran yang terjadi melibatkan dua kelompok kecil terkait ketersinggungan yang dilakukan anak-anak muda.
"Kebetulan yang kemarin terjadi di Manggarai, dua kelompok yang sebenarnya kecil persoalannya karena ketersinggungan dan sebagainya, anak-anak mudanya melakukan tawuran," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Pramono menekankan penyelesaian yang tidak bersifat sesaat dan hanya menutup kasus, melainkan menyediakan sarana untuk aktivitas positif.
"Di dalam menyelesaikan persoalan tawuran, saya lebih pengin menyelesaikan bukan dengan cara apa yang bersifat kasuistis hanya sesaat saja," ujarnya.
Ia menyebut Pemprov DKI akan menyiapkan fasilitas olahraga, termasuk di Manggarai, untuk digunakan anak muda berolahraga maupun berkegiatan positif lainnya.
"Tetapi yang paling utama dan terutama adalah bagaimana anak-anak muda itu energinya tersalurkan secara lebih baik dan mereka kemudian bisa saling menghormati, berkomunikasi dengan baik," tuturnya.
Pramono mencontohkan sejumlah fasilitas yang dapat dibangun seperti sarana tinju, bulu tangkis, mini soccer, dan futsal.
"Seperti yang saya lakukan di beberapa tempat, nanti termasuk di Manggarai, kebetulan ada Pak Wali Kota juga, kalau di Timur kita buatkan sarana-sarana tinju, sarana olahraga, bulu tangkis dan sebagainya, mini football, futsal, yang ini bisa mengurangi penyaluran energi dari sebagian anak-anak kita," jelasnya.
Ia berharap pembangunan fasilitas tersebut menjadi solusi jangka panjang. Pramono menilai anak muda memerlukan wadah untuk berolahraga, berkesenian, dan berkebudayaan.
"Untuk menyelesaikan itu tidak semata-mata kemudian hanya bersifat jangka pendek. Saya ingin menyelesaikannya lebih mendasar dan berjangka panjang," tuturnya.
Pramono juga menyinggung kondisi Manggarai yang tengah mengalami pembangunan dan peningkatan konektivitas. Ia menyatakan situasi itu perlu diimbangi ruang aktivitas bagi warga, khususnya anak muda.
"Kebetulan di Manggarai ini karena sekarang ini pembangunannya sedang masif sekali, konektivitasnya juga sedang terjadi untuk pembangunan di mana-mana, sehingga hal kecil kadang kala ketika orang sudah capek dan sebagainya tidak sempat berolahraga, maka ataupun berkesenian, berkebudayaan, dan sebagainya," ungkapnya.
Pramono berharap fasilitas tersebut membantu penyaluran energi secara positif sekaligus mengurangi potensi tawuran yang mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan kereta.
"Kalau energinya tersalurkan secara lebih baik, mereka kemudian bisa saling menghormati dan berkomunikasi dengan baik," pungkasnya.
Sebelumnya, perjalanan KRL lintas Jakarta Kota-Bogor sempat terganggu akibat tawuran di pinggir rel di antara Stasiun Manggarai-Pasar Minggu. Imbasnya, penumpang KRL atau anak kereta (anker) di Stasiun Cawang menumpuk pada Jumat (22/8), dilansir dari Detikcom.