Presenter TV Argentina Resign Usai Kabarkan Ayah Lionel Messi Meninggal
Presenter televisi asal Argentina, Florencia Pena, mengundurkan diri dari pekerjaannya setelah menyiarkan kabar bohong mengenai kematian ayah Lionel Messi, Jorge, di tengah gelaran Piala Dunia 2026, dilansir dari Bola.
Kabar tersebut pertama kali disebarkan oleh Florencia Pena dalam program El Show del Verano yang disiarkan oleh stasiun televisi lokal, Luzu TV. Dalam siaran tersebut, Pena menyebutkan bahwa Jorge meninggal saat Lionel Messi sedang membela tim nasional Argentina di turnamen dunia.
“Saya tidak ingin menyampaikan kabar buruk, tetapi ayah Messi baru saja meninggal dunia. Tepat di tengah-tengah Piala Dunia, dia harus pergi meninggalkan turnamen,” kata Pena dalam laporannya, dikutip dari Give Me Sport.
Setelah kekeliruan fatal tersebut memicu kontroversi, Pena segera menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh keluarga besar Messi. Ia mengakui kelalaiannya karena telah menyebarkan informasi yang tidak benar dalam siaran langsung.
"Saya meminta maaf kepada keluarga Messi atas momen mengerikan yang saya bayangkan sedang mereka lalui. Saya sangat malu karena telah menjadi perantara dari rasa sakit ini," ujar Pena.
Pena memberikan penjelasan lebih lanjut bahwa data keliru itu ia terima dari tim produksi sesaat sebelum mengudara. Ia mengaku langsung memercayai informasi tersebut karena mengira telah melewati proses verifikasi internal.
"Saya harus mengklarifikasi bahwa informasi palsu ini diberikan kepada saya saat siaran langsung setelah diverifikasi oleh tim produksi acara, dan saya memercayainya,” lanjutnya.
Pengunduran diri ini diambil oleh Pena sebagai bentuk tanggung jawab moral tertinggi atas kecerobohan profesional yang telah dilakukannya.
"Meski begitu, saya tetap bertanggung jawab karena telah menjadi bagian dari kesalahan ini, dan itulah mengapa saya memutuskan untuk mundur dan mengakhiri partisipasi saya di Luzu. Sekali lagi saya meminta maaf dari lubuk hati yang terdalam; saya telah melakukan kesalahan,” lanjut dia.
Pihak manajemen Luzu TV tidak tinggal diam dan turut menyampaikan permohonan maaf resmi atas insiden tersebut. Stasiun televisi ini langsung mengambil tindakan tegas berupa pemecatan terhadap seluruh kru yang bertanggung jawab dalam produksi program.
"Kami sangat menyesali insiden yang terjadi saat siaran langsung program tersebut. Bagi saluran kami, menyiarkan informasi sensitif tanpa verifikasi terlebih dahulu adalah hal yang tidak dapat diterima,” bunyi pernyataan resmi Luzu TV.
Manajemen menegaskan bahwa langkah pemecatan tim produksi dan penerimaan pengunduran diri Florencia Pena merupakan bukti ketegasan mereka dalam menjaga integritas siaran.
"Oleh karena itu, manajemen Luzu TV telah memutuskan untuk memberhentikan semua pihak yang bertanggung jawab, dan Florencia Pena telah memutuskan untuk mundur. Kami menegaskan kembali komitmen kami terhadap komunikasi yang bertanggung jawab, penuh rasa hormat, dan disiplin," lanjut pernyataan itu.
Di sisi lain, keluarga besar Lionel Messi langsung mengeluarkan pernyataan resmi untuk membantah rumor tersebut dan mengonfirmasi bahwa Jorge sebenarnya sedang dalam masa pemulihan medis dengan perkembangan yang positif.
“Keluarga Messi mengabarkan bahwa Jorge sedang mengalami masalah kesehatan. Saat ini, ia berada di bawah pengawasan medis, sedang dalam masa pemulihan, dan kondisinya menunjukkan perkembangan yang positif,” pernyataan keluarga Messi.
Keluarga bintang sepak bola tersebut mengecam keras tindakan media yang menyebarkan spekulasi tanpa memikirkan dampak psikologis bagi keluarga yang sedang menghadapi situasi domestik.
“Menanggapi berbagai laporan, rumor, dan spekulasi yang beredar dalam beberapa jam terakhir, keluarga ingin menyatakan rasa ketidaknyamanan yang mendalam atas kurangnya sensitivitas, rasa hormat, dan kesopanan dari beberapa pihak dalam menyikapi situasi yang sepenuhnya bersifat pribadi dan internal keluarga ini.”
Keluarga juga menegaskan bahwa keabsahan informasi mengenai kondisi kesehatan Jorge hanya bisa dikonfirmasi jika keluar langsung dari pihak ring satu atau saluran resmi mereka.
“Hanya keluarga terdekat yang memiliki informasi nyata dan akurat mengenai kondisi Jorge. Oleh karena itu, versi, pernyataan, atau informasi apa pun yang tidak berasal dari keluarga itu sendiri beserta saluran resminya tidak boleh dianggap valid atau benar.”
Pernyataan tersebut diakhiri dengan desakan agar seluruh pihak menghentikan konsumsi berita bohong demi menjaga ketenangan psikologis Jorge selama masa perawatan.
“Di saat-saat seperti ini, kami meminta tanggung jawab, kebijaksanaan, dan rasa kemanusiaan. Kesehatan seseorang dan ketenangan orang-orang yang mereka cintai tidak boleh dijadikan bahan spekulasi atau kepentingan media yang tidak bertanggung jawab.”
Pihak keluarga juga menutup respons mereka dengan menyampaikan apresiasi terhadap dukungan publik sembari meminta ruang privasi yang mutlak.
“Kami dengan tulus mengapresiasi segala bentuk dukungan, rasa hormat, dan perhatian yang telah kami terima, dan kami meminta agar privasi, kerahasiaan, serta keintiman Jorge beserta seluruh keluarganya dihormati selama proses ini berjalan. Pembaruan informasi yang relevan akan disampaikan pada waktunya oleh pihak keluarga melalui saluran yang tepat.”