Presiden Prabowo Mulai Groundbreaking PLTS 100 GWp di Bali

Share

Presiden Prabowo Subianto memulai groundbreaking pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) hari ini di Bali sebagai bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air. Proyek ini menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp rampung pada 2029 untuk mengurangi ketergantungan energi fosil, sementara kapasitas PLTS Indonesia baru mencapai 1,5 GWp hingga April 2026, dilansir dari Detik Finance. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS dan penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel pada 2026.

"Program ini akan dibangun bertahap: Tahap I 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 GWp," ujar Prasetyo Hadi.

Potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp, sehingga program ini menjadi langkah besar untuk memenuhi target tersebut. Program PLTS 100 GWp pertama kali digagas Presiden Prabowo pada Juni 2025 saat KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, dengan komitmen mencapai bauran energi terbarukan 100% pada 2035.

Dalam program itu, pemerintah menargetkan PLTS 80 GW tersebar dan 20 GW terpusat sebagai bagian dari upaya mencapai net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat. Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai keberhasilan program tidak hanya bergantung pada target kapasitas, tetapi juga kemampuan pemerintah membangun fondasi implementasi yang cepat, terukur, dan dapat direplikasi.

Pada periode awal, pemerintah diharapkan memprioritaskan program quick wins yang dapat mengurangi konsumsi minyak diesel, membuka investasi, meningkatkan akses listrik bersih, dan membangun optimisme pelaksanaan program ambisius ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author