Kecanduan Game Anak Pria Tiongkok Gugat Empat Raksasa Game
Kasus kecanduan game pada anak memicu tindakan hukum tegas dari seorang paman atau ayah di Henan, Tiongkok. Seorang pria bernama belakang Qin melayangkan gugatan terhadap empat raksasa industri game di Kabupaten Tanghe, Tiongkok.
Empat perusahaan besar yang menjadi tergugat meliputi NetEase, miHoYo, Tencent, dan 37 Interactive Entertainment. Seperti dilansir dari Gamebrott, langkah hukum ini diambil usai insiden medis yang menimpa putranya.
Gugatan tersebut resmi didaftarkan sekitar satu bulan setelah anak Qin, yang genap berusia 18 tahun pada awal 2026, menelan 18 pil penurun demam pada 23 Mei lalu. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan berhasil pulih setelah mendapatkan perawatan medis.
Alasan pasti di balik tindakan pengonsumsian obat tersebut belum diungkapkan oleh sang anak. Meski demikian, Qin menduga kuat aksi nekat itu berkaitan erat dengan kebiasaan bermain game online yang terlampau parah, walaupun poin ini belum secara resmi masuk dalam materi tuntutan.
Rekam jejak digital menunjukkan anak tersebut telah bertahun-tahun memainkan gim daring dan kerap bergadang hingga pukul 3 atau 4 pagi saat akhir pekan. Berdasarkan data salah satu akun game miliknya, ia tercatat menghabiskan waktu bermain hingga 1.868 jam sejak Maret 2024, dengan rata-rata 2,44 jam per hari.
Demi mengelabui sistem pembatasan usia game online, remaja tersebut diduga menggunakan identitas kakak perempuannya yang sudah dewasa saat mendaftarkan akun. Trik ini membuatnya bisa melompati aturan pembatasan jam main bagi anak di bawah umur.
Qin hanya mengajukan tuntutan kompensasi senilai 10 Yuan atau sekitar Rp 26 ribu. Ia menegaskan bahwa gugatan ini sama sekali bukan demi mencari keuntungan finansial.
Tujuan utama Qin membawa kasus ini ke pengadilan adalah mendorong lembaga hukum untuk memaksa pengembang game memperketat sistem pencegahan kecanduan game pada anak di bawah umur secara lebih efektif.
Pemerintah Tiongkok sebenarnya telah menerapkan aturan ketat terkait aktivitas game online anak sejak 2021. Dalam regulasi tersebut, anak-anak hanya diizinkan bermain game pada pukul 08.00 hingga 09.00 malam pada hari Jumat, akhir pekan, serta hari libur nasional.