Polisi Temukan Produser Musik Tay Keith Tewas di Apartemen Nashville

Share

Kepolisian Metro Nashville menemukan produser musik nominasi Grammy, Brytavious Chambers atau yang dikenal sebagai Tay Keith, meninggal dunia di apartemennya di Martin Street, Nashville, pada Kamis sore waktu setempat.

Dilansir dari WSMV, pemuda berusia 29 tahun tersebut ditemukan oleh petugas kepolisian yang sedang melakukan pemeriksaan kesejahteraan, sementara penyebab kematiannya masih belum ditentukan.

Pihak Kepolisian Metro Nashville memberikan pembaruan mengenai kondisi penemuan jenazah sang produser di lokasi kejadian.

"No foul play is suspected," kata polisi.

Pihak kepolisian menambahkan keterangan bahwa pemeriksaan lebih lanjut masih menunggu hasil resmi dari proses autopsi jenazah.

"He was found dead in his Martin St apt this afternoon by officers performing a welfare check. His death is unclassified pending autopsy results." tulis pembaruan dari pihak kepolisian sebagaimana dilansir dari Hindustan Times.

Sebelum meninggal dunia, pria kelahiran Memphis ini dikenal atas kontribusi besarnya dalam melahirkan sejumlah lagu hit bagi deretan musisi papan atas Amerika Serikat.

Forbes mencatat bahwa kesuksesan besar sang produser telah dimulai sejak usianya masih sangat muda ketika ia menempuh pendidikan tinggi.

"At 23, Tay Keith became a Grammy-nominated producer for his work on Travis Scott’s ‘Sicko Mode,’ adding to his roster of clients like Cardi B, Eminem and music’s ‘Queen B’ Beyoncé," tulis daftar Forbes.

Semasa hidupnya, alumni Middle Tennessee State University (MTSU) ini tetap mengutamakan pendidikannya hingga lulus pada Desember 2018 meski karier musiknya sedang melejit.

"There wouldn’t be any point for me to come to college if I didn’t want to finish it — I could have just focused 100% on music," ujar Chambers dikutip dari catatan pihak MTSU.

Ia juga menceritakan perjuangan beratnya yang harus membagi waktu secara ekstrem antara pekerjaan profesional di luar kota dan jadwal ujian di kampus.

"By my last week of college, I had my first No. 1 single, so it didn’t make any sense to drop out." kata Chambers.

Kerja keras tersebut terus diingat oleh sang produser sebagai bentuk pembuktian atas dedikasi dan komitmen personal terhadap masa depannya.

"I remember having a flight from New York, and I had a test the same day," kata Chambers kepada MTSU.

Jadwal yang padat itu sempat membuatnya harus langsung menuju ke ruang kelas segera setelah pesawat yang ditumpanginya mendarat.

"So, I flew back from New York that morning, went home, then went straight to class. It was crazy. But if I knew that I could do that, then there wasn’t anything stopping me but myself." tutur Chambers.

Selain menggarap proyek musik mainstream, Chambers juga dikenal memiliki idealisme tinggi untuk mendukung para talenta baru yang sedang berkembang.

Dilansir dari Pitchfork, ia merefleksikan perjalanannya saat pertama kali mulai memproduksi musik menggunakan peralatan sederhana sejak usia remaja.

"I always knew music was gonna be my outlet," kata Chambers kepada Fader pada 2018.

Ia melanjutkan bahwa pada masa awal tersebut, dirinya belum mengetahui secara pasti kapan atau bagaimana kesuksesan itu akan datang.

"I just didn't know when, or how it was gonna happen." ucap Chambers.

Kepercayaan dirinya terhadap talenta baru terbukti saat ia memproduseri lagu "Pound Town" bersama Sexyy Red pada 2023 yang awalnya menuai banyak reaksi negatif.

"People were trolling the shit out of me," kata Chambers kepada Billboard pada 2024.

Ia mengungkapkan bahwa tanggapan buruk tersebut bahkan datang dari orang-orang di sekitar lingkungannya sendiri yang mempertanyakan keputusannya.

"It wasn’t much good feedback. It was coming from even people around me, ‘What you doing?’ I saw the potential. That’s as simple as it was, me believing in her." jelas Chambers.

Kabar duka ini memicu respons emosional dari rekan sesama musisi dan kolaborator dekatnya yang merasa kehilangan sosok mendiang.

Rapper BlocBoy JB yang merupakan salah satu kolaborator terdekatnya mengunggah pesan duka mendalam melalui akun media sosial pribadinya.

"Damn Cuz You Just Hurt Me Bad," kata BlocBoy JB dalam unggahan cerita Instagram pribadinya.

Ia juga menambahkan foto kebersamaan mereka berdua sembari menyebutkan kedekatan hubungan komunikasi yang mereka jalin selama ini.

"We talked everyday." tulis BlocBoy JB.

Ungkapan ketidakpercayaan atas kepergian mendiang juga disampaikan oleh produser asal Memphis lainnya, Hitkidd, melalui platform yang sama.

"I ain’t even got the words, we been doing this since 2010." tulis Hitkidd.

Katalog musik yang ditinggalkan mendiang mencakup kolaborasi besar bersama Drake, Juice WRLD, 21 Savage, dan pimpinan tangga lagu seperti "Look Alive", yang dilansir Hot97 turut mendefinisikan momen penting hip-hop arus utama.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author