Program Mangrove NHM di Pesisir Kao Berhasil Tumbuh Sembilan Puluh Persen

Share

Program penanaman mangrove yang diinisiasi oleh Nusa Halmahera Minerals (NHM) di pesisir Desa Kao, Kecamatan Kao, kini mulai menunjukkan hasil signifikan setelah berjalan selama tiga tahun. Kawasan vegetasi yang ditanam di wilayah Sungai Naul tersebut dilaporkan tumbuh subur. Dilansir dari Detik Finance, tingkat keberhasilan tumbuh tanaman mangrove di lokasi ini telah mencapai kisaran 90 persen.

Kehadiran vegetasi baru tersebut berhasil menghijaukan kembali area pesisir yang sebelumnya sempat rusak. Proyek pemulihan lingkungan ini dilaksanakan pada Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) dengan cakupan area seluas kurang lebih 0,8 hektar. Sebanyak 600 bibit mangrove ditanam melalui sinergi multipihak yang melibatkan berbagai unsur terkait.

Agenda penghijauan tersebut dijalankan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara, DLH Kabupaten Halmahera Utara, Pemerintah Desa Kao, serta Komunitas Green Kaidati. Wilayah yang dulunya terdegradasi kini bertransformasi menjadi ekosistem produktif sekaligus habitat margasatwa.

Operasional dan pengelolaan kawasan lindung ini sekarang dilakukan secara berkelanjutan oleh Komunitas Green Kaidati. Langkah ini diambil guna memastikan kelestarian lingkungan pesisir dapat terus terjaga dalam jangka panjang. Superintendent Lingkungan dari Departemen Health Safety & Environment (HSE) NHM, Rosmini Djufri, mengharapkan wilayah konservasi ini terus dirawat dengan optimal. Keberadaan mangrove diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata.

"Kami berharap kawasan mangrove ini dapat terus terjaga dan memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat. NHM berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan komunitas lokal dan pemerintah daerah dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Halmahera Utara," tutur Rosmini dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026). Apresiasi terhadap langkah konkret perusahaan juga disampaikan oleh Ketua Komunitas Green Kaidati, Zainudin Hongi. Pihaknya menilai kontribusi yang diberikan memberikan dampak nyata bagi penguatan kapasitas warga lokal.

"Kehadiran NHM telah memberikan dampak positif, baik dari sisi peningkatan kualitas lingkungan maupun peluang ekonomi melalui penjualan bibit mangrove," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026). Kawasan Ekosistem Esensial memiliki fungsi strategis dalam restorasi wilayah pesisir, khususnya menahan laju abrasi pantai dan memulihkan habitat biota laut. Sebelum program bergulir, pesisir Desa Kao sangat rentan terhadap pengikisan air laut yang mengancam pemukiman.

Melalui kerja sama taktis antara perusahaan, pihak desa, dan pemerintah daerah, kondisi bentang alam pantai sekarang menjadi lebih aman. Selain mencegah abrasi, hutan bakau ini juga berperan penting sebagai penyerap emisi karbon bumi.

Area tersebut juga menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata berbasis masyarakat. Partisipasi aktif dari Komunitas Green Kaidati diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus benteng kelestarian alam.

Sebagai bagian dari komparasi program keberlanjutan, NHM secara konsisten menyalurkan bantuan infrastruktur pendukung. Perusahaan membangun sejumlah fasilitas pembibitan mulai dari gazebo, instalasi kelistrikan, sarana sanitasi, hingga tandon air. Dukungan tersebut berhasil mendorong pengembangan kapasitas pembibitan mangrove lokal hingga memproduksi 4.300 bibit secara bertahap. Program pembibitan mandiri ini diproyeksikan mampu menjadi salah satu sumber usaha baru yang bernilai ekonomis bagi warga.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: csr Lingkungan mangrove
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author