Gelombang Panas Rusak Lapangan PSG Pindahkan Laga Pembuka Ligue 1

Share

Juara bertahan Paris Saint-Germain resmi memindahkan lokasi pertandingan pembuka Ligue 1 musim 2026-2027 melawan Stade Rennais pada Minggu (23/8/2026) akibat kerusakan parah rumput Stadion Parc des Princes akibat cuaca panas ekstrem.

Pertandingan pembuka jadwal Liga Prancis tersebut semula direncanakan berlangsung di Paris. Namun, akibat kondisi lapangan yang memburuk, laga dialihkan ke markas Rennes di Roazhon Park, Brittany, dengan waktu sepak mula pukul 20.45 waktu setempat.

Kondisi cuaca terik musim panas dan gelombang panas ekstrem melanda wilayah metropolitan Paris hingga memicu fenomena kekeringan historis. Suhu udara di ibu kota Prancis sempat mendekati 41 derajat Celsius pada akhir Juni, serta menjadikan Juli 2026 sebagai bulan terpanas sepanjang sejarah negara tersebut.

Kondisi rumput Parc des Princes yang ditanam dari biji mengalami hambatan pertumbuhan hebat akibat kekeringan dan struktur beton stadion. Pihak pengelola Liga Sepak Bola Profesional Prancis (LFP) langsung menerjunkan tim ahli guna melakukan peninjauan resmi terhadap kelayakan lapangan.

"Penilaian terhadap lapangan tidak memungkinkan pertandingan dimainkan dalam kondisi yang memuaskan, terutama berkaitan dengan keselamatan dan integritas fisik para pemain," ujar pejabat LFP, seperti dilansir BBC Sport.

Pihak manajemen Les Parisiens menyatakan dapat memahami ketidaknyamanan yang dialami para penggemar akibat perubahan tempat pertandingan ini. Pengurus klub mengategorikan masalah rumput kering ini sebagai situasi luar biasa dan berjanji segera memberikan informasi mekanisme pengembalian dana atau penukaran tiket.

Manajemen PSG berencana melakukan penggantian total permukaan lapangan Parc des Princes agar siap digunakan pada laga kandang berikutnya melawan AS Monaco pada Jumat (4/9/2026). Di sisi lain, klub raksasa Prancis tersebut tetap mengusung ambisi besar mempertahankan gelar domestik dan mengincar tiga gelar beruntun di Liga Champions.

Pelatih kepala PSG, Luis Enrique, menyadari bahwa mempertahankan mahkota juara Eropa bukanlah perkara mudah meskipun timnya baru saja mendatangkan amunisi baru seperti Ferran Torres dan Lucas Digne.

"Semua orang berpikir kami bisa menang, tetapi itu baru teori. Sekarang kami harus membuktikannya di lapangan dan menunjukkan bahwa kami mampu melakukannya," kata Enrique, seperti dikutip dari France24, Kamis (20/8/2026).

Tantangan mengulang sejarah kesuksesan klub-klub elite Eropa menjadi dorongan moral bagi ruang ganti PSG dalam menatap musim baru.

"Secara historis, sangat sulit menemukan tim yang bisa terus menang. Namun, kami berusaha berada di level yang sama dengan tim-tim tersebut," ujar Enrique.

Pilar lini tengah PSG, Vitinha, menegaskan bahwa seluruh rekan setimnya tidak kehilangan gairah untuk terus merengkuh trofi di semua kompetisi.

"Seperti tahun lalu, kami masih lapar akan kemenangan dan trofi," ujar Vitinha.

Ambisi tinggi skuad Paris Saint-Germain dipastikan bakal melandasi langkah awal mereka yang harus dimulai dari laga tandang mendadak di markas Rennes.

"Mempertahankan level seperti itu sangat sulit, tetapi kami masih memiliki rasa lapar dan akan berusaha meraih kemenangan," ujar Vitinha.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author