PSM Makassar Lepas Skuad Jelang Liga Baru
Manajemen PSM Makassar resmi mengumumkan pelepasan empat pemain pilar mereka akibat masa kontrak yang telah habis menjelang bergulirnya kompetisi musim baru pada Selasa (16/6/2026).
Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim menerangkan bahwa langkah perombakan skuad Juku Eja ini diambil karena pihak manajemen memutuskan untuk tidak memperpanjang masa bakti para penggawa tersebut untuk musim depan.
Pemain pertama yang diumumkan hengkang adalah bek Syahrul Lasinari melalui pernyataan resmi di akun media sosial klub setelah membela tim selama dua tahun terakhir.
"Terima kasih, Syahrul Lasinari! Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras untuk membela Juku Eja selama dua tahun terakhir," tulis akun media sosial @psm_makassar dikutip detikSulsel.
Pihak manajemen kemudian mendoakan agar pemain kelahiran Ternate tersebut bisa mendapatkan kesuksesan bersama klub terbaik di pelabuhan barunya.
"Semoga yang terbaik untuk karir kedepannya, Lasinari!" tutup pernyataan resmi klub.
Kehilangan ini berlanjut pada sektor penyerangan lokal dengan pamitnya penyerang muda jebolan akademi Juku Eja, Ricky Pratama, yang tercatat telah mengabdi selama delapan tahun.
"Setelah 8 tahun perjalanan, saatnya saya mengucapkan terima kasih dan pamit. Dari akademi hingga mendapat kehormatan bermain untuk tim senior, klub ini telah menjadi bagian besar dalam hidup dan perjalanan karier saya," ujar Ricky Pratama.
Ricky menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh elemen tim, mulai dari jajaran pelatih, staf, rekan sejawat, hingga suporter setia The Maczman yang selalu memberikan dukungan.
"Terima kasih untuk seluruh pelatih, staff, rekan setim, dan suporter yang selalu memberikan dukungan, kepercayaan, dan pelajaran berharga selama saya berada di sini," tutur Ricky Pratama.
Pemain muda ini juga menyematkan permohonan maaf terbuka terkait dinamika serta situasi yang sempat memengaruhi nama baik klub sepanjang musim lalu.
"Saya juga ingin meminta maaf atas segala kesalahan dan situasi yang sempat membuat nama klub kurang baik musim ini. Saya bertanggung jawab atas hal tersebut dan menjadikannya sebagai pelajaran untuk menjadi pribadi dan pemain yang lebih baik ke depannya," ungkap Ricky Pratama.
Ia mengakhiri salam perpisahannya dengan menyatakan rasa bangga karena pernah menjadi bagian dari sejarah tim asal Sulawesi Selatan tersebut.
"Merupakan sebuah kebanggaan bisa menjadi bagian dari sejarah dan keluarga besar PSM Makassar. Sampai bertemu lagi, dan sukses selalu untuk klub ini," pungkas Ricky Pratama.
Lini pertahanan PSM Makassar kembali mendapat pukulan telak setelah penjaga gawang utama yang turut mengantar klub menjuarai Liga 1 musim 2022/2023, Reza Arya Pratama, resmi berpamitan.
"Saya, Reza Arya Pratama, izin pamit turun dari pelayaran Kapal Phinisi. Sampai jumpa di pelayaran berikutnya," tulis Reza Arya Pratama.
Kiper asli binaan akademi tersebut menghaturkan apresiasi tinggi kepada jajaran manajemen, terkhusus kepada keluarga besar Aksa Mahmud, Munafri Arifuddin, dan Sadikin Aksa.
"Terima kasih sebesar-besarnya saya ucapkan kepada keluarga besar bapak Aksa Mahmud, bapak Appi dan bapak Sadikin Aksa yang telah memberi saya kesempatan untuk membela tim kebanggaan saya dan mempercayai saya untuk bermain bersama PSM Makassar," ungkap Reza Arya Pratama.
Reza menyatakan rasa bangganya atas perjuangan bersama seluruh elemen tim, mulai dari jajaran pelatih hingga rekan sejawatnya di lapangan selama beberapa musim terakhir.
"Terima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh pelatih yang telah membimbing saya selama berada di sini, manajer dan staf official yang selalu membantu saya selama berada di sini, serta seluruh pemain yang telah berjuang bersama," tutur Reza Arya Pratama.
Dilansir dari rri.co.id, kiper kelahiran Parepare ini mengakui bahwa keputusan untuk meninggalkan tempat awal perjalanan karier profesionalnya merupakan hal yang sangat berat dan memicu kesedihan mendalam.
"Ini keputusan yang sangat berat bagi saya. Saya harus menjalani karier sepak bola saya, tetapi tidak bersama tim yang membesarkan saya," kata Reza Arya Pratama.
Reza menambahkan bahwa ia telah mempertimbangkan keputusan ini secara matang karena statusnya sebagai pemain asli daerah yang besar di dalam tim kebanggaan tersebut.
"Asalkan sebagai pemain asli Makassar, saya besar di sini dan memulai karier di sini. Ini adalah tim kebanggaan saya," ujar Reza Arya Pratama.
Pemain yang kini berstatus tanpa klub itu menutup pernyataannya dengan memberikan pujian bagi kelompok suporter yang setia mendampingi tim dalam berbagai situasi.
"Tidak ada yang bisa saya ucapkan selain terima kasih. Klub ini membuat saya dikenal banyak orang. Terima kasih juga kepada suporter yang selalu mendukung saya dan PSM, baik di masa sulit maupun saat meraih kebahagiaan," katanya.
Sementara itu dari sektor penyerangan, pemain asing asal Brasil Alex Tanque dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari Pasukan Ramang menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027.
"Saya ingin memberitahu semua orang bahwa saya bukan lagi seorang atlet untuk PSM," tulis Alex Tanque singkat melalui akun media sosial pribadinya dilansir dari herald.id.
Meski tidak menjelaskan alasan di balik berakhirnya kerja sama, penyerang berusia 31 tahun yang musim lalu menjadi target man andalan ini menyampaikan apresiasi bagi manajemen, rekan setim, serta para suporter.
"Saya ingin berterima kasih kepada semua orang tanpa pengecualian. Saya akan selalu mendukung Anda," tulis Alex Tanque.
Unggahan perpisahan striker asing tersebut langsung mendapat respons dari rekan setim seperti Ananda Raehan, sementara publik masih menunggu langkah lanjutan dari pelatih Darije Kalezic dalam menyusun komposisi tim.