PVMBG Pastikan Kabar Erupsi Besar Gunung Lawu Hoaks
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan informasi viral mengenai dugaan kenaikan magma dan perkiraan erupsi besar dalam waktu dekat di Gunung Lawu adalah hoaks pada Jumat (19/6/2026).
Klarifikasi mengenai status aktivitas gunung tersebut disampaikan langsung oleh otoritas terkait, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Berdasarkan klasifikasi teknis, Gunung Lawu dikategorikan sebagai gunung api tipe B yang tidak memiliki riwayat letusan magmatik dalam beberapa abad terakhir.
Ketua Tim Gunung Api PVMBG, Heruningtyas Desi Purnamasari menjelaskan bahwa karakteristik tipe tersebut membuat Gunung Lawu berbeda dengan gunung aktif lainnya.
"Memang Gunung Lawu saat ini tipenya B ya, atau gunung api tipe B itu disebut juga gunung api yang ketika erupsi magmatik ya itu minimal satu kali dari tahun 1600 sampai sebelumnya. Jadi sejak 1600 itu Gunung Lawu belum pernah erupsi lagi," jelas Heruningtyas Desi Purnamasari, Ketua Tim Gunung Api PVMBG.
Pihak kelembagaan juga telah melakukan penelusuran lebih lanjut terkait sumber penyebaran pesan palsu tersebut di media sosial. Hasil investigasi menunjukkan adanya platform digital tertentu yang sengaja memproduksi konten-konten disinformasi serupa secara berkala.
"Setelah ditelusuri oleh tim kami, ini memang ada akun yang dia itu khusus untuk menyebarkan berita-berita hoaks seperti itu ya. Jadi, dia tuh tidak hanya terkait tentang gunung api, tapi juga terkait tentang adanya gempa besar, tsunami, segala macam," imbuh Heruningtyas Desi Purnamasari, Ketua Tim Gunung Api PVMBG.
Lebih lanjut, sistem kedaruratan dan tingkatan status aktivitas dinilai tidak berlaku untuk jenis gunung ini. Pengawasan intensif berskala level normal hingga awas hanya diperuntukkan bagi gunung api dengan kategori tipe A.
"Nah, kalau untuk gunung api tipe B itu tidak ada level aktivitas, tingkat aktivitas atau status gunung apinya," ujar Heruningtyas Desi Purnamasari, Ketua Tim Gunung Api PVMBG.
Sebelumnya, laporan dari masyarakat mengenai indikasi gejala tidak biasa sempat direspons oleh tim ahli dengan peninjauan lapangan secara langsung. Tim dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dikerahkan untuk melakukan survei geokimia serta pengukuran gas, yang hasilnya menyatakan kondisi Gunung Lawu tetap berada dalam batas normal.