Raeni Anak Pengayuh Becak Kini Menjadi Asisten Profesor di Inggris
Kisah inspiratif datang dari Raeni yang dahulu sempat viral karena diantar menggunakan becak oleh sang ayah saat wisuda S1 di Universitas Negeri Semarang pada 2014. Dikutip dari Detikcom, wanita tersebut kini mengukir prestasi gemilang di Inggris. Raeni diketahui telah berhasil menyelesaikan pendidikan jenjang S3 di Universitas Birmingham.
Kampus tersebut menduduki posisi top 11 di Inggris dan peringkat 76 di dunia berdasarkan penilaian QS WUR 2026. Nama Raeni kini tercantum dalam situs resmi Universitas Birmingham bukan lagi sebagai mahasiswa biasa. Ia dipercaya mengemban jabatan akademis sebagai Asisten Profesor di Departemen Akuntansi University of Birmingham.
Dalam peran barunya, Raeni berfokus menjalankan penelitian mengenai pengembangan kerangka akuntabilitas untuk perubahan iklim. Fokus utama studi yang ia lakukan berada pada bidang keuangan iklim.
Sebelum menduduki posisi ini, Raeni tercatat sebagai peneliti pascadoktoral pada Stockholm Environment Institute di York. Ia terlibat aktif dalam memberikan kontribusi besar bagi proyek UK Partnering for Accelerated Climate Transitions di Indonesia. Karier mengajar Raeni sebenarnya sudah dimulai sejak lama. Pada kurun waktu 2016, ia sempat menjadi tenaga pengajar atau dosen non-PNS pada jurusan Pendidikan Ekonomi di Universitas Negeri Semarang.
Rekam Jejak Akademik dan Penghargaan
Pendidikan tinggi Raeni di Inggris dimulai setelah ia menyelesaikan jenjang S1. Ia mengambil program MSc dalam Akuntansi dan Keuangan Internasional di Universitas Birmingham serta lulus meraih predikat istimewa. Langkah akademiknya berlanjut di kampus yang sama untuk meraih gelar PhD Akuntansi. Selama menetap di Inggris, ia bergabung sebagai anggota Madya Bidang Pendidikan Tinggi pada Akademi Pendidikan Tinggi Inggris.
Kegigihan Raeni di dunia akademik membuahkan berbagai apresiasi ilmiah. Ia berhasil menerima Penghargaan Rob Gray Emerging Scholar serta Hadiah Peringatan Reg Mathews dari CSEAR UK. Ia juga dipercaya menjadi peninjau ad hoc bagi berbagai jurnal ilmiah terkemuka. Selain itu, Raeni terpilih menjadi peninjau ahli untuk laporan unggulan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Global Environmental Outlook mendatang.
Kegigihan Menembus Keterbatasan Ekonomi
Perjuangan Raeni melintasi keterbatasan ekonomi menjadi teladan bagi generasi muda. Statusnya sebagai anak seorang pengayuh becak tidak menghalangi langkahnya untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin.
Saat menempuh kuliah S1, Raeni mengandalkan pembiayaan dari beasiswa Bidikmisi. Pada masa awal perkuliahan, sang ayah bahkan merelakan uang pesangon kerjanya demi membelikan laptop untuk mendukung aktivitas belajar Raeni. "Untungnya saya bersyukur sekali mempunyai orang tua yang bagi saya sangat luar biasa.
Bapak ketika beliau keluar dari pekerjaannya dan pesangonnya digunakan untuk membelikan laptop saya untuk kuliah sebagai hadiah karena beliau sudah promise (janji) kalau ketika akan nanti kalau saya lulus beasiswa saya boleh dibelikan laptop," ucap Raeni. Keberhasilan menyelesaikan studi S1 membuka peluang beasiswa lanjutan. Raeni mendapatkan beasiswa langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meneruskan studi S2 ke Birmingham University.
"S2 ada namanya beasiswa presiden yang mungkin itu seleksinya sangatlah ketat dan hanya orang-orang tertentu yang bisa mendapatkan. Yang Maha Kuasa memberikan amanah itu salah satunya kepada saya," tutur Raeni.