Komikus The Apothecary Diaries Ungkap Rahasia di Balik Latar Cerita

Share

Serial The Apothecary Diaries menjadi salah satu waralaba terbesar dalam beberapa tahun terakhir dengan penjualan mencapai 45 juta kopi. Musim ketiga dari adaptasi anime ini dijadwalkan tayang pada Oktober mendatang dengan pembagian menjadi dua bagian.

Daya tarik utama serial ini terletak pada latar sejarah yang kaya dan visual artistik yang memukau. Karakter dalam cerita mengenakan jubah indah penanda status sosial yang dipadukan dengan arsitektur menyerupai era Tiongkok kuno.

Meskipun demikian, komikus Hyūganatsu mengklarifikasi bahwa dirinya sengaja mengambil beberapa bagian dari sejarah Tiongkok untuk menciptakan latar cerita fiksi buatannya sendiri. Dilansir dari Detikcom, sang komikus menyebut anggapan mengenai latar zaman kuno tersebut kurang tepat.

"Memang. Pertama-tama, 'kuno' di sini salah, karena saya menganggap periode waktu itu sebagai periode modern awal. Dalam sejarah Jepang, kita akan menempatkannya selama dan setelah periode Edo. Itu hampir 1000 tahun yang lalu, jadi saya rasa itu sama sekali tidak menggambarkan serial ini. Bahkan Abad Pertengahan pun hampir tidak cocok," katanya dilansir dari Comicbook, Jumat (29/5/2026).

Sang komikus menjelaskan bahwa dirinya sengaja menyusun kembali bagian-bagian menarik dari 1.000 tahun sejarah Tiongkok secara samar sesuai dengan keinginannya.

"Yah, itulah yang sebenarnya saya lakukan. Misalnya, saya memasukkan alat musik tiup kayu ke dalam cerita, tetapi faktanya alat musik itu baru sedikit berkembang di periode modern awal," katanya.

Hyūganatsu kemudian menegaskan status dari latar tempat yang digunakan dalam karya buatannya tersebut.

"Secara teknis, cerita ini tidak berlatar di Tiongkok, tetapi latarnya sangat terinspirasi oleh Tiongkok. Ada juga beberapa kepekaan Jepang di dalamnya, tetapi saya rasa itu wajar karena saya orang Jepang," ungkapnya.

Walaupun inspirasi utama berasal dari Tiongkok, potongan sejarah Jepang tetap dipadukan ke dalam narasi. Kisah fiksi ini mengikuti kehidupan sehari-hari para karakter di dalam dan di luar lingkungan istana.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author