Ramadhan Putra Negara Puji Gaya Kepelatihan David Nascimento

Share

Kapten Timnas Indonesia U-17, Ramadhan Putra Negara, menyatakan kekagumannya terhadap metode kepelatihan David Nascimento setelah merampungkan pemusatan latihan selama sebulan di Kota Solo. Pernyataan tersebut disampaikan setelah skuad Garuda Muda memenangkan pertandingan uji coba kedua melawan Malaysia U-17 di Stadion Manahan, Solo, pada Selasa (7/7/2026) malam WIB, sebagaimana dilansir dari Bola. Kemenangan telak dengan skor tiga gol tanpa balas ini memberikan rasa lega yang besar bagi seluruh tim.

Pasalnya, pada laga uji coba pertama sebelumnya, kemenangan Indonesia yang sudah di depan mata harus buyar akibat gol larut dari pihak lawan sehingga pertandingan berakhir dengan hasil imbang 1-1. “Ya, kami tentu merasa lega setelah meraih kemenangan ini. Apalagi kemarin habis seri pada pertandingan uji coba pertama karena kebobolan di menit terakhir,” ujar pemain Persebaya Surabaya U-16 tersebut.

Pemain yang berposisi sebagai bek tengah ini juga mengapresiasi kinerja kolektif dari seluruh rekan setimnya di lapangan. Menurutnya, koordinasi yang solid menjadi kunci utama keberhasilan mereka menjaga gawang tetap suci dari kebobolan selama jalannya pertandingan.

“Alhamdulillah hari ini kami bisa meraih kemenangan sekaligus clean sheet. Kunci kemenangan ini tentu, kerja sama antar pemain sangat baik hari ini dan ya, kami saling tolong-menolong,” ia menambahkan. Pemain kelahiran 16 Agustus 2010 ini mengaku bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya bekerja di bawah arahan arsitek taktik dari luar negeri. Ramadhan merasa mendapat pengalaman baru yang sangat berharga selama berada di bawah kepemimpinan pelatih asal Portugal tersebut.

“Kesannya sangat seru bisa dilatih oleh Coach David di Timnas Indonesia U-17. Rasanya sangat berkesan sekali. Soalnya, selama ini saya belum pernah dilatih oleh pelatih asing,” ujar Ramadhan.

Dalam skema taktik yang diterapkan oleh David Nascimento, posisi Ramadhan sangat krusial karena ia selalu dipercaya turun sejak menit pertama pada dua pertandingan uji coba menghadapi Malaysia. Terkait gaya permainan yang diinginkan tim pelatih, sang kapten membeberkan bahwa mereka selalu dituntut untuk menerapkan tekanan tinggi.

“Kalau sama pelatih Coach David itu dia instruksinya ingin para pemainnya lebih berani buat selalu mengepres pemain lawan. Selain itu, kami juga harus bermain umpan-umpan pendek, dan satu-dua,” kata Ramadhan. Strategi menekan dan permainan operan pendek ini terbukti berjalan efektif di lapangan dalam meredam agresivitas lawan. Pola ini sukses membuat barisan pemain Malaysia U-17 mengalami kesulitan besar setiap kali mereka mencoba menyusun skema serangan dari lini belakang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author