Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin Keluar dari Peringkat 10 Besar BWF
Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, terlempar dari posisi 10 besar dalam pembaruan ranking BWF yang dirilis pada Selasa, 16 Juni 2026.
Penurunan peringkat menjadi posisi ke-12 ini terjadi setelah Raymond/Joaquin absen dari turnamen Australia Open 2026 demi meminimalisir risiko cedera.
Posisi mereka di peringkat ke-10 digeser oleh pasangan China, Chen Bo Yang/Liu Yi, yang merangkak naik setelah menjuarai Australia Open 2026 dengan mengalahkan wakil Indonesia lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Sebelumnya, Raymond/Joaquin berhasil menembus jajaran 10 besar dunia per 9 Juni 2026 setelah keluar sebagai runner-up dalam turnamen level Super 1000, Indonesia Open 2026, yang berlangsung pada 2–7 Juni 2026 di Istora Senayan, Jakarta.
Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, memutuskan untuk tidak mendaftarkan pasangan muda tersebut ke Australia Open karena mempertimbangkan masa pemulihan yang sangat pendek.
"Untuk Raymond/Joaquin, saya melihat dengan masa recovery yang singkat dari final Indonesia Open menuju laga pertama Australian Open," kata Antonius dikutip Juara.net dari Djarum Badminton.
Tim pelatnas memprioritaskan kesehatan atlet mengingat salah satu pemain baru saja menyelesaikan proses pemulihan fisik yang intensif.
"Apalagi Raymond baru pulih dari cedera lututnya, menurunkan mereka di Australia punya resiko cederanya kambuh," imbuh Antonius.
Sebelum absen di Australia, Raymond/Joaquin sempat mengungkapkan rasa syukur dan ambisi mereka yang langsung meningkat setelah resmi menduduki peringkat ke-10 dunia.
"Memang target kita di tahun ini (menembus) Top 10, dan puji Tuhan sudah resmi Top 10. Sekarang ganti lagi targetnya, Top 7 atau Top 8. Ganti lagi targetnya sekarang," ujar Joaquin dilansir dari Detik Sport.
Pasangan yang juga menjuarai Australia Open 2025 ini menegaskan tidak ingin menunda-nunda momentum untuk merangkak naik ke jajaran pemain elit dunia.
"Secepatnya," kata Joaquin saat ditanya mengenai tenggat waktu untuk mewujudkan target barunya tersebut.
Peningkatan performa yang membawa mereka ke final Super 1000 pertama di Indonesia Open diakui bukan berasal dari persiapan yang tidak biasa.
"Sebenarnya enggak ada (latihan khusus), sama saja sih. Kami (program) kan memang sudah dijadwalkan ya. Jadi (selama) sebulan itu latihannya apa saja memang sudah terprogram, dan kami jalani saja seperti biasa," ungkap Joaquin.
Joaquin menambahkan bahwa rekan duetnya memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam mempersiapkan diri sebelum bertanding.
"Dan kami… lebih… ya paling Raymond ya, dia rajin sekali dia, banyak tambahan juga," tutur Joaquin.
Raymond Indra membenarkan bahwa porsi latihan mandiri menjadi kunci utama dalam menjaga konsistensi permainan mereka di lapangan.
"Mungkin lebih banyak kayak tambahan-tambahan, setelah selesai latihan ada tambahan lagi. Lebih rutin saja itu," kata Raymond.
Berdasarkan rilis BWF pasca-Indonesia Open 2026 yang dilansir IDN Times, terdapat delapan wakil Indonesia lainnya yang juga mengalami kenaikan peringkat dunia.
| Nama Pemain / Pasangan | Sektor | Peringkat Terbaru | Kenaikan Posisi |
|---|---|---|---|
| Jonatan Christie | Tunggal Putra | 4 | Naik 1 tingkat |
| Raymond Indra/Nikolaus Joaquin | Ganda Putra | 10 | Naik 2 tingkat |
| Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin | Ganda Putra | 109 | Naik 24 tingkat |
| Febi Setianingrum/Rachel Allessya Rose | Ganda Putri | 11 | Naik 3 tingkat |
| Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari | Ganda Putri | 15 | Naik 1 tingkat |
| Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti | Ganda Putri | 20 | Naik 9 tingkat |
| Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu | Ganda Putri | 66 | Naik 5 tingkat |
| Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah | Ganda Campuran | 17 | Naik 1 tingkat |
| Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata | Ganda Campuran | 24 | Naik 1 tingkat |
Meskipun Raymond/Joaquin kini turun ke peringkat ke-12, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri masih bertahan sebagai ganda putra terbaik Indonesia di peringkat kedua dunia, sementara Sabar/Reza tertahan di peringkat tujuh dunia.