Recoleta Tekuk San Lorenzo demi Amankan Tiket Babak 16 Besar
Klub asal Paraguay, Recoleta FC, sukses menembus babak 16 besar Copa Sudamericana 2026 setelah menumbangkan tuan rumah San Lorenzo de Almagro dengan skor 1-0 di Stadion Nuevo Gasometro, Buenos Aires, pada Selasa, 27 Mei 2026.
Kemenangan mengejutkan ini membawa tim tamu melaju ke fase gugur berkat torehan satu kemenangan dan lima hasil imbang sepanjang babak penyisihan grup. Dilansir dari vssports.com.py, San Lorenzo langsung tampil menekan sejak awal pertandingan dan menguasai sebagian besar peluang lini serang mereka.
Kendati mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari kubu tuan rumah, Recoleta justru berhasil mencuri keunggulan lewat gol penyerang Allan Wlk pada menit ke-37. Pemain berusia 23 tahun tersebut melepaskan tendangan rendah yang bertenaga untuk menaklukkan penjaga gawang San Lorenzo asal Paraguay, Orlando Gill.
Gol ini semakin mempertegas performa impresif Wlk sepanjang semester pertama tahun 2026 dengan koleksi 15 gol dan satu assist dari 23 pertandingan. Pada babak kedua, penjaga gawang Recoleta, Ferreira, tampil gemilang mengamankan gawangnya dari gempuran frustrasi tim tuan rumah.
Meskipun Recoleta sempat mendapatkan hadiah penalti menjelang akhir laga, Wlk gagal mengeksekusinya menjadi gol kedua, sehingga pertandingan tetap berakhir dengan skor tipis 0-1 untuk kemenangan tim tamu. Hasil minor ini sekaligus memastikan kegagalan San Lorenzo melangkah lebih jauh di kompetisi antarklub Amerika Selatan tersebut.
Kekalahan memicu gelombang kekecewaan dari para suporter tuan rumah yang memadati stadion. Menanggapi situasi pelik ini, pelatih San Lorenzo, Gustavo Alvarez, memilih bersikap realistis dan siap bertanggung jawab penuh atas pencapaian buruk timnya.
"En malos momentos hay que dar la cara, normalmente suelo irme al vestuario rápido pero si el equipo pierde y pasa lo que pasó hoy me parece que hay que irse todos juntos y con la cabeza en alto, aceptando la reprobación. Si aceptamos los aplausos hay que aceptar la reprobación de la misma forma" kata Gustavo Alvarez, Pelatih San Lorenzo.
Alvarez yang baru menduduki kursi kepelatihan selama dua bulan menggantikan Damian Ayude menilai kemarahan para pendukung merupakan hal yang sangat wajar dalam sepak bola. Dirinya juga menegaskan tidak akan melimpahkan kesalahan kepada para pemain atas hasil negatif yang didapatkan di kandang sendiri.
"El fútbol es pasión, es el hincha. El equipo juega para hacer feliz al hincha y el hincha es feliz si el equipo gana, así que es lógico que se enoje y reclame" ujar Gustavo Alvarez, Pelatih San Lorenzo.
Sang pelatih juga menambahkan bahwa kekalahan ini harus menjadi bahan evaluasi mendalam agar tim bisa segera bangkit. Menurut laporan tycsports.com, performa El Ciclon di ajang kontinental musim ini memang jauh dari kata memuaskan.
"Las derrotas son parte del camino y por más que sean dolorosas hay que levantarse. No entiendo ningún resultado deportivo ni estado de ánimo como definitivo. Hay reponerse, aceptarlo y trabajar para mejorar" cetus Gustavo Alvarez, Pelatih San Lorenzo.
Kegagalan lolos dari fase grup ini langsung memicu spekulasi mengenai masa depan posisi kepelatihannya di skuad biru-merah tersebut. Alvarez mengaku pasrah dan menyerahkan segala keputusan kepada pihak manajemen klub.
"Mi continuidad no depende de mi voluntad, ni ahora ni nunca. Siempre en un club te sostiene el perfil, la capacidad y los resultados, así que me centro en trabajar día a día, tenemos que seguir y ya mañana levantarnos y prepararnos para ese partido y luego veremos" ungkap Gustavo Alvarez, Pelatih San Lorenzo.
Kondisi internal San Lorenzo saat ini juga sedang dibayangi oleh situasi politik menjelang pemilihan umum klub yang dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu berikutnya. Meski demikian, Alvarez menegaskan tetap fokus mempersiapkan timnya untuk menghadapi laga krusial melawan Riestra di ajang Copa Argentina pada Rabu, 3 Juni 2026.