Recording Academy Mengubah Aturan dan Menambah Lima Kategori Baru Grammy Awards
Recording Academy melakukan langkah besar dengan merombak sejumlah aturan penting untuk ajang penghargaan Grammy Awards mendatang. Perubahan ini mencakup penambahan lima kategori baru yang akan diperebutkan oleh para musisi dunia. Seperti dilansir dari Detikcom, pihak penyelenggara secara resmi mengumumkan kehadiran kategori penampilan musik pop Asia terbaik.
Kategori ini dihadirkan khusus untuk mengapresiasi karya-karya musik dari kawasan Asia, termasuk rilisan K-Pop, J-Pop, dan C-Pop. Selain musik pop Asia, Recording Academy juga meluncurkan kategori penampilan vokal pop tradisional terbaik. Penghargaan ini ditujukan bagi musisi dengan karakteristik musik spesifik yang tidak dapat dicampuradukkan dengan genre pop modern saat ini.
Apresiasi terhadap penulis lagu juga diperluas melalui peluncuran kategori baru untuk lagu Latin terbaik. Syarat utama untuk masuk dalam nominasi ini adalah karya musik tersebut wajib direkam menggunakan bahasa Spanyol.
Perubahan signifikan tidak hanya terjadi pada genre pop dan Latin, tetapi juga menyentuh sektor musik R&B serta folk. Pada kategori R&B, kolaborasi atau penampilan duo dan grup kini resmi digabungkan dengan kategori penampilan solo R&B terbaik. Sementara itu, penyesuaian nama dilakukan pada sektor musik folk. Kategori yang pada tahun sebelumnya dinamakan sebagai album folk kontemporer terbaik, kini diubah menjadi album folk tradisional.
Selain restrukturisasi kategori, Recording Academy menetapkan regulasi baru untuk pengiriman karya di sektor pendatang baru. Musisi kini diberikan kesempatan lebih longgar untuk mengajukan karya mereka di ajang ini. Grammy kini mengizinkan para musisi untuk mengirimkan karya dalam kategori artis pendatang baru terbaik sebanyak empat kali. Jumlah ini meningkat dari aturan sebelumnya yang hanya membatasi pengajuan maksimal sebanyak tiga kali saja.
Pihak Recording Academy menegaskan bahwa pelonggaran aturan ini sengaja dilakukan demi merespons pasar musik global yang terus berkembang. Langkah tersebut juga diharapkan dapat membantu musisi lokal untuk lebih mudah menembus pasar internasional. Kebijakan pemungutan suara atau voting juga mengalami pembaruan penting demi asas fleksibilitas.
Ajang ini akan mengizinkan anggota tertentu yang dinilai memenuhi syarat untuk memberikan hak suara mereka di lebih banyak kategori. CEO Recording Academy, Harvey Mason Jr, menyatakan optimisme tinggi terhadap perkembangan ajang penghargaan ini di masa depan. Ia menilai perubahan besar ini mencerminkan dinamika pertumbuhan industri musik global secara nyata.
"Tahun 2027 adalah era yang mencerminkan pertumbuhan luar biasa yang kita lihat di seluruh musik. Perubahan yang diajukan oleh anggota Recording Academy menunjukkan luasnya industri musik saat ini," kata Harvey Mason Jr.