Relawan Ahmad Zaki Ali Meninggal Saat Bantu Korban Gempa NTT

Share

Ahmad Zaki Ali, relawan sekaligus pendiri Yayasan Gerak Bareng, meninggal dunia akibat serangan jantung saat menyalurkan bantuan korban gempa di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/8/2026), dilansir dari Detik iNET.

Zaki, yang berasal dari Jakarta dan akrab dipanggil Bang Jek, meninggal di wilayah Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, setelah beberapa hari membantu warga terdampak gempa.

Kapolsek Lamba Leda Utara, Iptu Ida Bagus Susana Adi Negara, mengonfirmasi kematian Zaki akibat serangan jantung.

"Iya (meninggal dunia)," kata Ida Bagus saat dikonfirmasi, Jumat malam. "Serangan jantung," imbuhnya singkat.

Menurut keterangan polisi, sekitar pukul 14.00 WITA, Zaki bersama rekan-rekannya berangkat dari Posko Relawan Gerak Bareng di Masjid Nurul Huda, Kampung Reo, Kabupaten Manggarai, untuk menyalurkan bantuan ke Desa Satar Padut di kawasan Dampek.

Dalam perjalanan, Zaki menghentikan mobil dan meminta bantuan untuk melepas jaket dan helmnya, lalu kehilangan kesadaran. Rekan-rekannya segera membawanya ke posko medis terdekat di Posko Damer, namun Zaki dinyatakan meninggal dunia setelah diperiksa dokter.

Jenazah Zaki kemudian dibawa kembali ke Masjid Nurul Huda di Reo sekitar pukul 17.20 WITA dan direncanakan dipulangkan ke Jakarta.

Sebelum meninggal, Zaki sempat membagikan aktivitas kemanusiaannya melalui Instagram, menyatakan telah berada di NTT selama enam hari dan sebagian besar bantuan telah disalurkan kepada ratusan keluarga terdampak gempa. Ia juga mengingatkan bahwa persediaan logistik mulai menipis.

Kabar meninggalnya Zaki mendapat perhatian luas di media sosial. Berbagai komunitas dan warganet mengungkapkan duka cita dan mengenang perjuangannya membantu korban gempa tanpa pamrih.

Sejumlah doa dan ucapan belasungkawa muncul, seperti yang disampaikan @Asgardyan, "Innalillahi wa inna illahi rojiun. Kepergiannya bikin banyak orang iri. Terima kasih bang Jek, jujur belum pernah ketemu langsung tapi dari tahun 2024 sering terima chat reminder project dari beliau."

@sternctuary berdoa, "Inalillahi wainnailaihi rojiun. Ya Allah. Semoga beliau ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.

Aamiin. Al fatihah."

@deborah_ch83230 menulis, "Alfatihan untuk almarhum, semoga setiap kebaikan almarhumah menjadi amal jariyah."

@Niti_Pradja mengucapkan, "Innalilahi wa Inna ilaihi raji'un, terima kasih banyak untuk perjuangannya. Semoga semua amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan semoga dipertemukan dengan orang-orang tercinta di surga-Nya kelak, Aamiin ya rabbal Alamin."

Doa juga datang dari @Fahrul_Rozi_97, "Innalillahi, kepergiannya bikin saya iri. Dia berjuang membantu masyarakat tanpa mengenal lelah dan tanpa memikirkan diri sendiri. Semoga beliau langsung masuk surga Allah SWT."

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, menyebabkan kerusakan luas dan ribuan warga mengungsi. Hingga Jumat (21/8), 83 orang meninggal dunia, ratusan luka-luka, dan lebih dari 100 ribu mengungsi. Manggarai Timur termasuk wilayah terdampak parah.

Zaki bersama timnya telah berada di lokasi terdampak sejak 16 Agustus, sehari setelah gempa terjadi.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: gempa kemanusiaan NTT relawan
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author