Remaja Diduga Bunuh Balita di Bekasi Alami Gangguan Kejiwaan

Share

Seorang balita berusia dua tahun ditemukan tewas mengenaskan dengan belasan luka tusuk di sebuah rumah kontrakan kawasan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (27/5/2026). Korban diduga kuat dibunuh oleh pamannya sendiri, seorang remaja berinisial G (18) yang diidentifikasi mengalami gangguan jiwa, seperti dilansir dari Detikcom.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa pelaku saat ini belum bisa dimintai keterangan secara langsung. Pihak kepolisian masih menunggu kondisi kesehatan terduga pelaku membaik karena yang bersangkutan juga ditemukan dalam keadaan kritis dengan luka tusuk di dada serta pipi.

"Lagi masih dalam perawatan di rumah sakit (pamannya). Untuk saat ini masih kita dalamin ya, tapi masih terduga. Karena menunggu yang bersangkutan, kan kemarin kondisi kritis juga tuh tadi malam. Kita nunggu dia kondisinya baik dulu. Sudah diberikan juga obat. Insyaallah kita lanjutkan untuk diminta keterangan," ucap Andi, Kamis (28/5/2026).

Berdasarkan hasil investigasi mendalam di tempat kejadian perkara, polisi menemukan riwayat medis kedokteran terkait kondisi kejiwaan G. Pelaku diketahui pernah mendapatkan penanganan dari psikiater dan seharusnya mengonsumsi obat penenang secara berkala di bawah pengawasan keluarganya.

"Iya, berdasarkan hasil penyelidikan kita dan investigasi di lapangan, kita juga mendapatkan informasi dari ibu yang bersangkutan juga. Memang sebelumnya korban tersebut pernah dibawa ke psikiater. Dan memang ada gangguan kejiwaan dan rutin mengonsumsi obat," ujar Andi.

Namun, kendala finansial membuat proses pengobatan pelaku terhenti dalam beberapa hari terakhir sebelum insiden berdarah itu terjadi. Nenek korban, yang juga merupakan ibu dari pelaku dan selama ini mengasuh keduanya, tidak memiliki biaya untuk menebus obat tersebut.

"Namun, 2 hari ini dia tidak konsumsi obat dikarenakan, ya itu tadi, ibu korban tidak ada uang untuk membeli lagi obatnya," ucap Andi.

Polisi menambahkan bahwa lokasi penemuan jasad korban berada di dalam satu ruangan kamar yang menyatu dengan area dapur. Saat ditemukan pada hari Rabu, posisi korban dan pamannya berada di area yang sama dalam kondisi bersimbah darah.

"Iya, betul (korban ditemukan dengan luka tusuk). Itu (korban ditemukan bersama) omnya. Ditemukan di kamar. Jadi itu bentuk kontrakan gitu, udah ada dapur sama kamarnya gitu jadi satu," tutur Andi.

Hasil visum sementara menunjukkan adanya tindakan kekerasan yang sangat agresif terhadap tubuh korban yang masih balita. Selain luka tusukan mendalam di beberapa bagian tubuh, terdapat luka sayatan fatal pada area wajah korban.

"(Lukanya) di kepala, wajah, di badan, di selangkangannya juga. Jadi, banyak luka tusukan dan luka iris itu. Pipinya kan juga diiris itu (korban). Diiris itu sampai terbuka mulut pipinya itu. Saya rasa lebih dari sepuluh, ya (lukanya)," jelas Andi.

Sementara itu, pemeriksaan fisik terhadap terduga pelaku juga memperlihatkan beberapa luka tajam serius. Polisi masih mendalami apakah luka pada tubuh pelaku merupakan tindakan melukai diri sendiri atau ada faktor lain.

"Jadi, (omnya) luka tusuknya ada di dada, kemudian di pipinya kiri, kanan," tambah Andi.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Bekasi odgj pembunuhan
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author