Remake Moana Live Action Catat Pendapatan Mengecewakan di Pekan Perdana
Film terbaru Disney, Moana versi live action, mencatat hasil yang sangat mengecewakan pada pekan perdana penayangannya di bioskop. Dilansir dari Detikcom, performa lesu ini merupakan efek dari gelombang kritik tajam terkait film yang dibintangi oleh Dwayne Johnson tersebut.
Moana versi live action hanya mampu meraup USD 95 juta secara global. Angka tersebut tertinggal jauh dari target awal pihak studio yang membidik pendapatan sebesar USD 140 juta.
Di pasar Amerika Utara, film dengan biaya produksi fantastis mencapai USD 250 juta ini hanya mengantongi USD 43 juta. Pendapatan tersebut kemudian ditambah USD 52 juta dari pasar internasional.
Raihan perdana ini bahkan lebih rendah dibandingkan pendapatan pekan pertama film animasi orisinalnya pada 2016 lalu yang mencapai USD 56 juta, tanpa menghitung faktor inflasi.
Melihat awal yang kurang bergairah ini, para analis industri memproyeksikan Disney terancam mengalami kerugian hingga lebih dari USD 100 juta.
Kegagalan Moana di tangga box office memicu gelombang kritik tajam dari berbagai pihak. Di situs Rotten Tomatoes, sinema yang disutradarai oleh Thomas Kail ini mencatat skor kritikus terendah dalam sejarah remake Disney, yakni hanya 34%.
Banyak kritikus film menyebutnya sebagai produk yang "tanpa jiwa" dan sekadar tiruan frame-by-frame dari versi animasinya.
Meskipun demikian, respons penonton justru berbanding terbalik. Audiens memberikan nilai 90% atau Verified Hot di situs tersebut serta nilai A- dari CinemaScore.
Kejenuhan Pasar Akibat Jeda Waktu
Para pakar industri menilai kejenuhan penonton dipicu oleh timing peluncuran yang terlalu mepet. Berbeda dengan remake sukses seperti The Lion King atau Aladdin yang memiliki jarak puluhan tahun dari versi animasinya, proyek ini hadir dengan lini masa berbeda.
Moana live action hadir hanya berselang 10 tahun dari film pertamanya. Proyek ini juga berjarak kurang dari dua tahun setelah sekuel animasinya, Moana 2 pada 2024, sukses besar di bioskop.
Penonton merasa versi animasi aslinya masih sangat membekas di ingatan dan belum membutuhkan sebuah adaptasi baru.
Strategi Disney yang mendaur ulang film-film animasi klasik menjadi format live action kini mulai dipertanyakan. Sebelum kegagalan ini, ada film Snow White yang juga mencatat hasil tidak memuaskan.
Studio berlogo tikus ini tampaknya harus mengevaluasi ulang lini masa serta urgensi proyek-proyek remake mereka di masa mendatang.