Republik Ceko dan Afrika Selatan Berebut Poin Krusial di Atlanta

Share

Republik Ceko dan Afrika Selatan akan melakoni pertandingan hidup-mati pada laga kedua Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta pada Kamis malam demi mengamankan peluang lolos ke babak 32 besar.

Kedua tim saat ini berada di papan bawah klasemen tanpa raihan poin setelah sama-sama menelan kekalahan pada pertandingan pembuka pekan lalu, di mana Ceko takluk 1-2 dari Korea Selatan dan Afrika Selatan tumbang 0-2 di tangan Meksiko.

Superkomputer Opta mengunggulkan Ceko dengan peluang menang 54,9 persen, sementara peluang Afrika Selatan hanya 21,8 persen dan hasil imbang berada di angka 23,3 persen.

Pertemuan ini mencetak sejarah baru di Piala Dunia karena mempertemukan dua pelatih berusia di atas 70 tahun, yakni Miroslav Koubek dari Ceko dan Hugo Broos dari Afrika Selatan.

Republik Ceko diprediksi akan menggunakan formasi 3-4-3 dengan memasukkan Adam Hlozek untuk menambah daya gedor lini serang demi menguasai jalannya pertandingan.

Penyerang Republik Ceko, Tomas Chory, menyatakan ambisi timnya untuk tampil lebih dominan dan percaya diri dalam memegang bola dibandingkan laga sebelumnya.

"We’re facing something completely different to [when facing] Korea. We definitely want to keep the ball more and be more confident," ujar Tomas Chory, Striker Ceko.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh pemain telah menunjukkan performa yang baik selama sesi latihan menjelang pertandingan.

"I think we have what it takes to get into good positions. We can see in training that we’re good at it, we just need to transfer that to the match," kata Tomas Chory, Striker Ceko.

Di kubu lawan, Afrika Selatan harus kehilangan Yaya Sithole dan Themba Zwane akibat kartu merah, sehingga Thalante Mbatha dan Relebohile Mofokeng diprediksi tampil sebagai pengganti.

Kiper cadangan Afrika Selatan, Ricardo Goss, memberikan pembelaan kepada pelatih Hugo Broos yang mendapat kritik tajam dari publik akibat pendekatan defensif.

"It’s just unfortunate that we aren’t realistic enough as South Africa. I’m not saying we shouldn’t go try and win games but I think it’s unfair on the coach … We still love him and we’re going to play for him," ucap Ricardo Goss, Kiper Afrika Selatan.

Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, menegaskan bahwa kritik adalah hal yang lumrah dalam profesinya dan ia akan tetap teguh pada metodenya sendiri.

"I’ve been a coach for 40 years, and I know it’s a part of the job that you will be criticised. So for the moment, I’m criticised, but people have to know… and for those who still don’t know it… I do it my way," tutur Hugo Broos, Pelatih Afrika Selatan.

Broos juga menyatakan tidak peduli dengan opini negatif yang beredar di media sosial maupun kritik dari para pengamat sepak bola.

"I never listen to the trash of the social media. I never listen to people who feel they are important enough to criticise the team. When I look back at what they achieved before, I think it should be better that they shut up," kata Hugo Broos, Pelatih Afrika Selatan.

Kendati demikian, arsitek asal Belgia tersebut memastikan bahwa timnya sudah melakukan evaluasi internal menyeluruh mengenai kesalahan taktis saat melawan Meksiko.

"I know what went wrong against Mexico. The players know it, and that’s the most important thing, and for the rest, I will do it my way," ujar Hugo Broos, Pelatih Afrika Selatan.

Ia menyadari betul konsekuensi besar yang dihadapi timnya jika gagal meraih poin penuh pada pertandingan krusial ini.

"I think our situation is clear. If we don’t win tomorrow, we play our last game against South Korea for nothing," kata Hugo Broos, Pelatih Afrika Selatan.

Broos menambahkan bahwa seorang juru taktik terkadang harus menyembunyikan sesuatu demi melindungi mentalitas para pemain dari sorotan media.

"This is something we must avoid. We know the mistakes we made in the first game, and some people said the coach is too soft on his players, but I don’t like to blame my players in front of a camera. So, sometimes you have to lie a little bit as a coach," tutur Hugo Broos, Pelatih Afrika Selatan.

Ia mengisyaratkan akan ada perubahan pendekatan taktis demi mendominasi penguasaan bola pada pertandingan esok hari.

"We know what went wrong in the game against Mexico, and we will try to improve that tomorrow, but we can only improve that if we have the ball," jelas Hugo Broos, Pelatih Afrika Selatan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author