Review Tahu Campur Pak Sadak: Kuliner Legendaris 35 Tahun di Surabaya

Share

Tahu Campur Pak Sadak merupakan destinasi kuliner legendaris di Surabaya yang menyajikan racikan tahu campur otentik sejak 35 tahun lalu dengan kualitas rasa yang konsisten. Warung tenda ini menjadi rekomendasi utama bagi pemburu kuliner khas yang mencari perpaduan kuah petis segar dan kikil empuk dengan porsi melimpah.

Informasi Praktis Tahu Campur Pak Sadak
Aspek Detail Informasi
Nama Tempat Tahu Campur Pak Sadak
Lokasi Jalan Mayjen Sungkono No.106, Pakis, Kec. Sawahan, Surabaya
Jam Operasional 17.00 – 23.00 WIB
Harga per Porsi Rp 26 ribu
Kapasitas Bahan Baku Hingga 50 kilogram kikil per hari
Lama Berdiri 35 tahun

Evaluasi Rasa dan Penyajian

Sajian utama di warung ini mengandalkan formula kuah petis khas yang berpadu dengan mi kuning, tauge, tahu, lentho, serta potongan kikil. Konsistensi racikannya terbukti mampu bertahan selama lebih dari tiga dekade, membuat pelanggan dari berbagai generasi rela mengantre demi menikmati kesegaran kuah dan kelembutan kikilnya.

"Sudah dari zaman dulu, dari saya masih muda. Sampai lupa tahun berapanya," kenang Susi kepada detikJatim, Jumat (29/5/2026).

Kualitas rasa tahu campur dan lontong kikil di tempat ini dinilai tidak pernah berubah dari waktu ke waktu. Karakter kuahnya menyegarkan dan tekstur kikil yang disajikan sangat empuk.

"Kuahnya segar, kikilnya empuk. Dari dulu sampai sekarang rasanya otentik dan konsisten," lanjut Susi kepada detikJatim, Jumat (29/5/2026).

Warung tenda yang dahulu berlokasi di belakang tempat sekarang atau tepat di samping Universitas 45 ini menetapkan harga Rp 26 ribu per porsi. Nominal tersebut dianggap sangat sebanding dengan kualitas rasa serta aspek historis yang ditawarkan.

"Dari segi porsi melimpah ya. Rasanya comforting, apalagi dinikmati setelah hujan. Uniknya lagi, tadi minta tambahan kerupuk malah dikasih sepiring penuh," cerita Alya kepada detikJatim, Jumat (29/5/2026).

Kelebihan dan Kekurangan

  • Rasa kuah petis otentik dan konsisten selama 35 tahun.
  • Tekstur kikil sangat empuk dengan porsi hidangan yang melimpah.
  • Pelayanan royal dengan pemberian bonus kerupuk hingga sepiring penuh.
  • Pelanggan harus rela mengantre karena popularitas warung yang tinggi.
  • Tempat makan masih berupa warung tenda dengan jam buka yang terbatas mulai sore hari.

Kuliner legendaris ini sangat cocok bagi pencinta makanan tradisional Jawa Timur, wisatawan, maupun generasi muda yang ingin merasakan keaslian cita rasa tahu campur Surabaya. Dengan harga Rp 26 ribu per porsi, hidangan ini sangat layak dicoba karena menawarkan porsi melimpah dan rasa comforting yang tidak pernah berubah sejak dulu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author