InJourney Airports Revitalisasi Bandara Minangkabau Senilai Rp693 Miliar
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports tengah melakukan proyek beautifikasi dan revitalisasi Terminal Penumpang Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat, pada Jumat (19/6/2026), demi mendongkrak standar pelayanan bagi pengguna jasa. Proyek peninggkatan fasilitas komersial dan estetika interior ini didanai sepenuhnya melalui kas internal perusahaan dengan total estimasi anggaran mencapai Rp693 miliar, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Nilai total tersebut terbagi menjadi dana adendum sebesar Rp553 miliar yang kini berada dalam tahap pendampingan kejaksaan, ditambah anggaran khusus beautifikasi senilai Rp140 miliar yang saat ini belum masuk proses lelang.
General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono menjelaskan bahwa langkah penataan ulang ini ditargetkan mampu memperkuat representasi identitas kebudayaan lokal di gerbang udara tersebut.
"Kami ingin Bandara Internasional Minangkabau tidak hanya tempat naik dan turun dari pesawat saja, tetapi juga menjadi etalase budaya yang ramah, modern dan membanggakan bagi masyarakat Sumatera Barat," kata Dony. Transformasi fisik bandara difokuskan pada empat sektor utama, meliputi penerapan motif ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rebung pada interior, pembenahan toilet disabilitas, efisiensi alur penumpang di area check-in, hingga pembuatan lanskap hijau di dalam gedung.
"Anggarannya itu di adendum 8 sudah Rp 553 miliar, tetapi ini sedang dalam tahap pendampingan oleh kejaksaan. Untuk beautifikasi saja Rp 140 miliar belum dilelang," jelas Dony. Pihak manajemen memastikan seluruh aktivitas fisik di lapangan disekat secara rapi dan pengerjaan berat hanya dilakukan saat malam hari atau jam sepi agar operasional penerbangan tetap berjalan normal.
"Insyaallah di triwulan I-2027 sudah selesai (beautifikasi dan revitalisasi Bandara Internasional Minangkabau)," ucap Dony. Melalui perluasan terminal ini, daya tampung maksimal Bandara Internasional Minangkabau diproyeksikan melonjak signifikan mencapai 5,7 juta penumpang per tahun dari kapasitas awal yang hanya menampung 2,7 juta penumpang per tahun. "Kalau dilihat dari rencana induk bandara ini nanti akan ada tambahan pembangunan hotel.
Di tatanya itu tergantung dari jumlah traffic yang terjadi. Dengan ultimate-nya nanti di situ ada dua hotel, kemudian ada golf course di tahun 2036, insya Allah," ungkap Dony.