Dokter Ingatkan Risiko Rhabdomyolysis yang Picu Ginjal Kolaps saat Lari Marathon
Kasus pelari yang kolaps saat mengikuti olahraga marathon kerap diidentifikasi akibat gangguan kardiovaskular atau jantung.
Namun, aktivitas fisik yang terlampau ekstrem ternyata juga berisiko tinggi merusak organ lain seperti ginjal, seperti dilansir dari Detik Health.
Kondisi ginjal kolaps saat marathon salah satunya dipicu oleh rhabdomyolysis, yaitu sebuah kondisi kerusakan akut pada jaringan otot.
Kerusakan tersebut mengakibatkan komponen serat otot, seperti protein mioglobin dan elektrolit, terlepas dan masuk ke dalam aliran darah.
Dampaknya, kondisi ini memicu risiko tinggi terjadinya gangguan irama jantung hingga gagal ginjal akut.
"Exhausted akibat latihan berlebihan, seperti lari marathon dapat menyebabkan pecahnya sel-sel otot, sehingga menyebabkan rhabdomiolysis yang mengakibatkan gangguan ginjal akut," kata dokter spesialis penyakit dalam dr Jonny, SpPD-KGH, MKes, MM, DCN, FINASIM kepada detikcom saat dihubungi, Sabtu (20/6/2026).
"Apabila penanganannya kurang cepat, gangguan ginjal akut yang terjadi dapat mencapai stadium 3 yang memerlukan tindakan dialisis," sambungnya.
Dokter spesialis penyakit dalam dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH menjelaskan terdapat beberapa faktor yang memicu seseorang mengalami kondisi rhabdomyolysis.
Faktor-faktor tersebut berkaitan erat dengan proses pemanasan sebelum olahraga serta kondisi kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi.
"Salah satu penyebabnya sebenarnya kalau pemanasannya itu tidak gradual ya atau mungkin dia merasa bahwa sudah biasa, dia langsung tancap gitu. Bisa dihindari dengan pemanasan yang gradual misalnya," kata dr Tunggul.
"Salah satu faktor (kekurangan cairan) tapi bukan itu utamanya. Tapi kalau itu dehidrasi, dehidrasi sendiri bisa menjadi Acute Kidney Injury (AKI) kan. Jadi gangguan gagal ginjal akut, jadi bisa memperberat, bisa mencetuskan," sambungnya.
Kondisi penurunan fungsi ginjal ini juga dapat diperparah oleh cuaca panas yang berisiko membuat pelari mengalami heatstroke.
Menurut dr Tunggul, rhabdomyolysis muncul ketika seseorang memaksakan kondisi fisiknya melewati batas kemampuan tanpa memperhitungkan risiko keselamatan.
Gejala dan Tanda Kerusakan Ginjal
Pelari diimbau untuk mengenali tanda-tanda awal dari tubuh sebelum kerusakan ginjal terjadi, termasuk tidak menyepelekan rasa kelelahan yang ekstrem.
"Dia kelelahan (akut, red). Dipaksakan kok itu, dia udah merasa lelah, sudah itu dipaksakan sama dia," kata dr Tunggul.
Jika tidak mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi Acute Kidney Injury (AKI) atau gagal ginjal akut mendadak.
Gejala awal dari penurunan fungsi organ ini dapat diidentifikasi secara langsung melalui perubahan warna pada urine.
"Acute Kidney Injury artinya mendadak. Bisa terlihat kencingnya misalnya menjadi, proteinnya banyak (tercampur) kemudian kegelapan warna kencingnya," katanya.
"Karena memang mioglobin itu, pecahan protein dari otot. Nah kalau ini cepat ditangani, sebenarnya reversible itu," lanjutnya.
Risiko rhabdomyolysis yang berdampak pada kolapsnya fungsi ginjal ini mengintai para pelari marathon yang memaksakan tubuhnya melampaui batas stamina.