Rivalitas Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Kembali Memanas di Piala Dunia 2026

Share

Rivalitas legendaris antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal ini terjadi usai penampilan keduanya pada laga perdana Piala Dunia 2026, seperti dikutip dari Detik iNET. Lionel Messi tampil gemilang dengan mencetak hat-trick untuk Argentina.

Sementara itu, Cristiano Ronaldo gagal mencetak gol saat Portugal ditahan imbang oleh RD Kongo. Meski tidak saling berhadapan secara langsung, performa keduanya memicu perdebatan baru mengenai status Greatest of All Time (GOAT). Warganet dari berbagai negara ramai membandingkan kontribusi keduanya di pertandingan pembuka.

Messi tampil luar biasa saat Argentina menghadapi Aljazair pada laga Grup I. Kapten La Albiceleste yang kini berusia 38 tahun tersebut mencetak tiga gol dan membawa timnya menang meyakinkan 3-0.

Tiga gol tersebut menjadi hat-trick pertama Messi sepanjang kariernya di ajang Piala Dunia. Penampilannya menuai banyak pujian karena masih mampu tampil dominan meski usianya sudah mendekati 39 tahun. Selain mencetak gol, Messi juga menjadi motor permainan Argentina. Ia aktif membangun serangan, menciptakan peluang, dan menunjukkan kualitas terbaiknya.

Video gol-gol Messi langsung viral di berbagai platform media sosial. Banyak penggemar menyebut penampilannya sebagai bukti bahwa peraih delapan Ballon d'Or ini masih memiliki sentuhan magis.

Hasil Minor Portugal

Di sisi lain, Cristiano Ronaldo menjalani malam yang jauh berbeda. Portugal hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan RD Kongo pada laga Grup K. Selecao sempat unggul lebih dulu melalui Joao Neves, tetapi RD Kongo berhasil menyamakan kedudukan sebelum pertandingan berakhir.

Ronaldo bermain penuh selama 90 menit, namun gagal mencetak gol maupun assist. Striker berusia 41 tahun itu beberapa kali terlihat kesulitan menembus rapatnya pertahanan lawan. Minimnya peluang yang didapat membuat kontribusinya di lini depan Portugal menjadi sorotan.

Sejumlah pengamat menilai permainan Portugal berjalan lambat dan kurang kreatif dalam membangun serangan. Ronaldo pun menjadi salah satu pemain yang paling banyak dibahas setelah hasil mengecewakan tersebut.

Sorotan di Media Sosial

Tak butuh waktu lama, media sosial langsung dipenuhi perdebatan antara pendukung Messi dan Ronaldo. Pendukung Messi ramai mengunggah statistik hat-trick sang kapten Argentina sambil menyebut performanya sebagai bukti status GOAT. "Tadinya berpikir apa yang dilakukan Haaland dan Mbappe bisa brace di laga pembuka itu udah bagus dan sangat hebat.

Mereka usia prima, konsistensi utama dan mencetak banyak gol di klub, di Timnas pun sama. Sampai akhirnya ada pria berusia 38 tahun, secara usia prime harusnya lewat, tapi orang ini hanya mengurangi kecepatannya," kata @The_RedsIndo. Sementara itu, kubu Ronaldo membela idolanya dengan menilai performa Portugal secara keseluruhan memang tidak maksimal.

Mereka berargumen bahwa hasil imbang tidak sepenuhnya bisa dibebankan kepada Ronaldo.

"Bruno Fernandes membenci Cristiano dan dia bajingan bermuka dua. Dia tidak pernah mengoper bola kepadanya, dia lebih suka bermain dengan orang lain atau menembak ke gawang. Tapi kemudian dia datang dan mengatakan di depan mikrofon bahwa Cristiano adalah panutan bagi tim nasional dan bahwa dia ingin membantunya memenangkan Piala Dunia. Dia munafik," tuding @Madridista0826.

Meski demikian, banyak penggemar netral mengingatkan bahwa turnamen masih sangat panjang. Baik Argentina maupun Portugal masih memiliki beberapa pertandingan fase grup yang bisa mengubah persepsi publik. Argentina selanjutnya akan menghadapi Austria dan Yordania. Sementara Portugal masih harus melawan Uzbekistan dan Kolombia untuk memperebutkan tiket ke babak berikutnya.

Seiring laga tersebut, membandingkan Messi dan Ronaldo tampaknya tidak akan pernah benar-benar berakhir. Namun yang pasti, keduanya telah mencetak sejarah menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah yang pernah bermain di enam posisi teratas World Cup.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author