Andy Robertson Tegaskan Skotlandia Fokus Hadapi Maroko
Kapten tim nasional Skotlandia Andy Robertson menegaskan bahwa misi balas dendam tidak ada dalam pikiran timnya menjelang pertandingan fase grup Piala Dunia melawan Maroko di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts, pada Jumat, 19 Juni 2026.
Dilansir dari Hayters, Skotlandia menatap laga kedua Grup C ini dengan modal kemenangan 1-0 atas Haiti, sementara Maroko merupakan semifinalis Piala Dunia 2022. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Piala Dunia 1998 ketika Maroko menang 3-0.
“I was four during the last game it happened!” kata Andy Robertson, Kapten Skotlandia.
Bek milik Liverpool tersebut menyatakan bahwa jarak waktu yang sangat lama membuat isu balas dendam menjadi tidak relevan bagi skuadnya saat ini.
“So I don’t think revenge, I’d be holding that in for a long time if that was the case,” kata Andy Robertson, Kapten Skotlandia.
Ia kemudian memberikan pujian kepada kekuatan Maroko yang dinilai sebagai salah satu tim terbaik di dunia saat ini.
“We look forward to the game. Morocco are a fantastic team and one of the best in the world. They’ve done so well and were a credit to Africa at the last World Cup,” kata Andy Robertson, Kapten Skotlandia.
Robertson berharap Skotlandia bisa keluar sebagai pemenang dalam laga sengit yang mempertemukan ambisi besar kedua negara tersebut.
“Our aim is to win the game, their plan is to win the game. Hopefully, we are the ones smiling at the end of the game,” kata Andy Robertson, Kapten Skotlandia.
Mengenai atmosfer bermain kembali di Stadion Gillette, Robertson merasa kenyamanan stadion memberikan dampak psikologis yang positif bagi timnya.
“I don’t think it gives us an advantage, but I think walking back into the stadium having that good feeling, having walked off the pitch last time with our first World Cup win since 1990,” kata Andy Robertson, Kapten Skotlandia.
Meskipun demikian, ia menilai perasaan baik tersebut tidak otomatis memberikan keuntungan teknis di atas lapangan.
“I think that can give us positivity but doesn’t gain us an advantage,” kata Andy Robertson, Kapten Skotlandia.
Ia menyimpulkan bahwa bermain di tempat yang familier jauh lebih menguntungkan daripada harus beradaptasi di lingkungan baru.
“We have a nice feeling here, which is better than not having a nice feeling,” kata Andy Robertson, Kapten Skotlandia.
Di luar lapangan, tantangan logistik dihadapi suporter Skotlandia setelah Massachusetts Bay Transportation Authority (MBTA) menetapkan pembagian waktu naik kereta yang ketat menuju stadion, seperti dilansir dari Perspective Media.
“We got the train for the last game, security all around the block, we were thinking we wouldn’t make it but we made it in plenty of time for kick-off,” kata Andrew Hughes, Suporter Skotlandia.
Hughes mengkhawatirkan alokasi waktu yang ketat dari kelompok A hingga E tersebut dapat membuat pendukung tertinggal pertandingan.
“But for the (Morocco) game, we’re quite worried that because of certain time slots, we might not make it,” kata Andrew Hughes, Suporter Skotlandia.
Kekhawatiran itu diperkuat oleh pengalaman kepulangan mereka pada pertandingan sebelumnya yang memakan waktu sangat lama.
“For the way back last time, we had absolutely no chance,” kata Andrew Hughes, Suporter Skotlandia.
Kondisi transportasi ini kian diperparah dengan lonjakan harga tiket kereta yang kini melambung tinggi bagi para suporter.
“We didn’t get home until about 3.30am, so I think we’re looking at the same this time unfortunately, and with the extra price which, it’s been bumped up to $80, we’re going to have to deal with it,” kata Andrew Hughes, Suporter Skotlandia.
Kendati demikian, kelompok pendukung lain memilih untuk mengabaikan kerumitan jadwal kereta demi menikmati atmosfer Piala Dunia.
“Being here is the main thing. We’re here now and we’re loving it,” kata Adam Quinn, Suporter Skotlandia.
Saat ditanya apakah mereka khawatir mengenai alokasi waktu tersebut, sekelompok suporter memberikan jawaban kompak sambil bercanda tidak berniat untuk tidur.
“absolutely mate” kata Adam Quinn, Jack Patton, dan Niall Sweeney, Suporter Skotlandia.
Sweeney menambahkan bahwa hal paling krusial bagi seluruh pendukung saat ini adalah melihat tim nasional mereka melangkah jauh di turnamen.
“All that matters is we’re going to win the World Cup!” kata Niall Sweeney, Suporter Skotlandia.