Roket New Glenn Blue Origin Meledak di Florida Saat Uji Coba
Roket New Glenn milik perusahaan Blue Origin meledak di landasan peluncuran Kompleks 36 Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, saat menjalani uji coba pembakaran mesin pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 21.00 waktu setempat.
Insiden pembakaran statis tersebut memicu bola api besar yang menerangi langit malam di sepanjang Space Coast Florida, namun otoritas memastikan tidak ada korban luka dalam peristiwa ini.
Pihak Blue Origin langsung memberikan konfirmasi resmi mengenai kegagalan teknis tersebut melalui pernyataan di media sosial mereka beberapa saat setelah ledakan terjadi.
"We experienced an anomaly during today's hotfire test," kata pihak Blue Origin.
"All personnel have been accounted for. We will provide updates as we learn more." tulis pihak Blue Origin.
Pendiri perusahaan Blue Origin, Jeff Bezos, turut memberikan pernyataan resmi mengenai kondisi para pekerja di lapangan serta langkah pemulihan pasca-insiden tersebut.
"All personnel are accounted for and safe. It’s too early to know the root cause but we’re already working to find it. Very rough day, but we’ll rebuild whatever needs rebuilding and get back to flying. It’s worth it." kata Jeff Bezos, Pendiri Blue Origin.
Pihak kepolisian wilayah setempat melalui Brevard County Sheriff's Office membenarkan adanya laporan kegagalan uji coba tersebut, sementara manajemen darurat memastikan tidak ada ancaman bagi masyarakat publik.
Sebelum insiden ini terjadi, roket berat New Glenn baru saja dipindahkan ke Kompleks Peluncuran 36 sebagai persiapan untuk rencana misi penerbangan komersial Leo New Glenn 1.
Pakar antariksa Ken Kremer menjelaskan kepada WESH 2 News bahwa pengisian bahan bakar sedang berlangsung ketika pengujian mesin statis yang bukan merupakan peluncuran itu dimulai.
"They were loading propellant into the rocket and they started a static fire test, which is not a launch; the rocket is sitting on the pad and they want to ignite the engines for several seconds to test them all out and make sure everything will work when they do the launch in the next few weeks. That was the plan." kata Ken Kremer, Pakar Antariksa.
Seorang saksi mata bernama George Clifford yang sedang berada di helipad Rumah Sakit Cape Canaveral mengaku sangat terkejut saat melihat kilatan cahaya oranye besar dari kejauhan.
"I’ve never felt so weird in my life. I thought we were under attack. To be honest with you. It didn’t really hit me that it was a rocket until I was. I got in my car and started heading back home and I watched. The orange glow in the sky just kept going over the other way." ujar George Clifford, Saksi Mata.
Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) menyatakan telah mengetahui insiden tersebut namun menegaskan bahwa pengujian ini berada di luar lingkup aktivitas berlisensi FAA sehingga tidak berdampak pada lalu lintas udara.
Administrator NASA Jared Isaacman menyatakan bahwa penerbangan luar angkasa sangat berisiko tinggi dan pihaknya akan mendukung penuh investigasi mendalam untuk menilai dampak terhadap misi masa depan.
"Spaceflight is unforgiving, and developing new heavy-lift launch capability is extraordinarily difficult. We will work with our partners to support a thorough investigation of this anomaly, assess near-term mission impacts, and get back to launching rockets." kata Jared Isaacman, Administrator NASA.
Insiden ini menambah daftar penyelidikan setelah pada misi ketiga tanggal 19 April lalu, bagian atas roket New Glenn gagal mengantarkan satelit BlueBird 7 milik AST SpaceMobile ke orbit yang aman.
Meskipun terjadi ledakan pada fasilitas Blue Origin, jadwal peluncuran roket Falcon 9 oleh SpaceX dan Atlas V oleh United Launch Alliance di Cape Canaveral pada hari Jumat dipastikan tetap berjalan sesuai rencana.