Roket New Glenn Blue Origin Meledak Saat Uji Coba di Florida
Roket New Glenn milik perusahaan Blue Origin meledak saat menjalani uji coba di landasan peluncuran Florida pada Kamis malam (28/05/2026), seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.
Insiden ini menjadi hambatan besar bagi perusahaan bentukan Jeff Bezos tersebut dalam upayanya menantang dominasi SpaceX milik Elon Musk di industri luar angkasa.
Kendaraan tersebut awalnya sedang dipersiapkan untuk misi keempatnya yang bertujuan membawa sekelompok satelit untuk jaringan internet Leo milik Amazon.com Inc.
Kendati demikian, pihak Amazon memastikan bahwa tidak ada satelit yang berada di dalam roket ketika peristiwa ledakan tersebut terjadi.
Badan Penerbangan Federal (FAA) menyatakan telah mengetahui kegagalan tersebut dan memastikan tidak ada dampak yang ditimbulkan terhadap lalu lintas udara sekitar.
Uji coba tersebut dilaporkan tidak termasuk dalam lingkup kegiatan yang diizinkan oleh FAA, sehingga pihak badan penerbangan mengarahkan pertanyaan lebih lanjut kepada pihak perusahaan.
Pemilik Blue Origin memberikan konfirmasi mengenai status keselamatan seluruh tim yang bertugas di lokasi kejadian setelah insiden itu terjadi.
"Masih terlalu dini untuk mengetahui penyebab utamanya, tetapi kami sudah berupaya mengungkapnya. Hari yang sangat berat, tetapi kami akan memperbaiki apa pun yang perlu diperbaiki dan kembali terbang. Ini sepadan," cuit Jeff Bezos, Pemilik Blue Origin.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh NASA melalui unggahan di platform X yang menyebut bahwa Blue Origin mendeteksi adanya anomali pada roket saat pengujian.
Respons atas insiden ini juga datang dari pimpinan perusahaan pesaing yang menyampaikan simpati atas kegagalan uji coba tersebut.
"Sayang sekali melihat ini, semoga Anda segera pulih," tulis Elon Musk, Pemilik SpaceX.
Peluncuran New Glenn sebelumnya pada April 2026 berhasil lepas landas dan pendorongnya mendarat di kapal tongkang, namun bagian atas roket mengalami masalah daya dorong di luar angkasa.
Kegagalan pada penerbangan ketiga tersebut mengakibatkan satelit milik AST SpaceMobile Inc. gagal mencapai orbit yang tepat, lalu jatuh kembali dan terbakar di atmosfer Bumi.