Rupiah Melemah ke Rp 17.855 per Dolar AS Pagi Ini

Share

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibukakan melemah ke posisi Rp 17.839 pada perdagangan pasar spot Jumat (19/6/2026) pagi akibat penguatan mata uang Negeri Paman Sam.

Depresiasi mata uang Nusantara tercatat sebesar 0,73% dari penutupan hari sebelumnya, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz. Penurunan tersebut terus berlanjut hingga pukul 09:03 WIB dengan pelemahan sebesar 0,82% ke level Rp 17.855 per dolar AS, yang menempatkan rupiah di dasar klasemen mata uang Asia.

Kelesuan ini terjadi bersamaan dengan mayoritas mata uang utama Benua Kuning yang ikut terdepak ke zona merah. Penguatan dolar AS dipicu oleh hasil pertemuan Komite Pengambil Kebijakan Federal Reserve yang sepakat mempertahankan suku bunga acuan di angka 3,5-3,75%, namun proyeksi dot plot terbaru menunjukkan mayoritas anggota FOMC memperkirakan adanya kenaikan suku bunga satu hingga dua kali pada tahun ini.

Sinyal hawkish tersebut mendorong Dollar Index menguat ke level 100,866 pada pukul 09:10 WIB, mengembalikan posisi greenback ke level sebelum perang AS-Iran sebagai aset aman.

Pergerakan agresif mata uang Amerika Serikat ini mendapat perhatian dari sejumlah pengamat pasar keuangan global.

"Posisi The Fed yang hawkish berpotensi membuat dolar AS lepas dari rem," tegas Lee Hardman, Strategist di MUFG Bank Ltd.

Sentimen positif terhadap mata uang safe haven ini juga ditekankan oleh analis pasar valuta asing lainnya yang memantau kebijakan moneter tersebut.

"Hasil rapat The Fed jelas hawkish, sehingga jelas positif bagi dolar AS," tambah Alex Cohen, FX Strategist di Bank of America Corp.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author