Rupiah Melemah ke Rp17.738 per Dolar AS Jelang Rapat Federal Reserve

Share

Nilai tukar rupiah merosot 0,2 persen ke level Rp17.738 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (17/6/2026) karena pelaku pasar mengantisipasi arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve. Pelemahan mata uang ini menempatkan rupiah memimpin penurunan di Asia, disusul won Korea Selatan sebesar 0,17 persen dan peso Filipina senilai 0,08 persen, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz. Sebaliknya, beberapa mata uang kawasan seperti rupee India, yen Jepang, dan dolar Singapura justru terpantau mengalami penguatan.

Sentimen negatif di pasar Asia dipicu oleh sikap investor yang memilih mengurangi eksposur pada aset berisiko untuk mengantisipasi pengumuman dari rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Mayoritas ekonom memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di posisi 3,75 persen, meskipun Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, menghadapi tekanan pelonggaran dari Presiden AS Donald Trump di tengah lonjakan inflasi.

Selain keputusan suku bunga, pelaku pasar di negara berkembang juga mengincar proyeksi ekonomi, arah inflasi, serta panduan kebijakan terbaru yang bakal disampaikan oleh Warsh. Kendati demikian, tekanan terhadap mata uang Garuda sore ini dinilai cenderung terbatas jika dibandingkan dengan pergerakan pada beberapa pekan sebelumnya.

Faktor eksternal yang menopang stabilitas adalah meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah setelah kesepakatan temporer antara AS dan Iran, yang sukses menekan harga minyak Brent kembali ke bawah US$80 per barel. Dari sisi domestik, sentimen positif didukung oleh penundaan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk proses audit satu bulan, serta penyesuaian harga BBM non-subsidi guna menekan kekhawatiran defisit fiskal. Langkah hawkish Bank Indonesia yang mengerek suku bunga acuan sebesar 75 basis poin menjadi 5,5 persen turut memperkuat keyakinan pasar. Kebijakan agresif otoritas moneter tersebut menegaskan bahwa langkah stabilisasi nilai tukar kini menjadi agenda prioritas di dalam negeri.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author