Rusia Buka Penawaran Obligasi Pemerintah Berdenominasi Yuan China

Share

Pemerintah Rusia resmi membuka proses penawaran untuk penerbitan kedua obligasi negara dalam mata uang yuan pada Kamis (28/5/2026). Langkah finansial ini diambil pascapertemuan bilateral antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pekan lalu.

Target kupon untuk surat utang berjangka waktu 10 tahun tersebut dipatok tidak melebihi angka 8 persen, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Kementerian Keuangan Rusia mengumumkan bahwa pengumpulan penawaran dari para investor akan dilangsungkan hingga pukul 15.00 waktu Moskow.

Penjualan obligasi lokal dalam denominasi mata uang Negeri Tirai Bambu ini bukan yang pertama bagi Rusia. Pada tahun lalu, Moskow telah menghimpun dana total sebesar 20 miliar yuan atau setara US$2,9 miliar dalam dua tahap untuk menutupi defisit anggaran akibat lonjakan belanja militer dan penurunan pendapatan sektor minyak.

Kondisi keuangan negara tersebut saat ini memang mengalami tekanan. Walaupun pemerintah Rusia menargetkan defisit fiskal sebesar 1,6 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk tahun ini, angka kesenjangan tersebut nyatanya telah melebar hingga mencapai kisaran 2,5 persen pada empat bulan pertama.

Posisi China kini menjadi mitra ekonomi paling krusial bagi Kremlin semenjak meletusnya invasi ke Ukraina pada tahun 2022. Hubungan strategis kedua negara tersebut semakin dipertegas melalui dialog intensif antara Putin dan Xi Jinping dalam kunjungan kerja pekan lalu.

Kementerian Keuangan Rusia menjelaskan bahwa mekanisme pembelian obligasi serta pembayaran kupon untuk utang baru ini dibayarkan menggunakan yuan China atau rubel Rusia. Opsi mata uang tersebut dibebaskan sesuai dengan pilihan yang diambil oleh pihak investor.

Pihak otoritas keuangan Rusia sejatinya telah mengkaji rencana penjualan obligasi pemerintah, yang populer dengan nama OFZ, dalam mata uang yuan ini jauh sebelum sanksi internasional dijatuhkan terkait konflik Ukraina. Kebijakan ini juga berjalan beriringan dengan jatuh temponya dua obligasi dolar pemerintah dengan nilai total sekitar US$3 miliar pada 27 Mei berdasarkan data situs Finmarket.ru.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author