Rusia Gunakan Banderol untuk Kuras Pertahanan Udara Ukraina

Share

Rusia meningkatkan penggunaan Banderol, amunisi berbiaya murah dengan hulu ledak kecil, untuk memicu pengurasan sistem pertahanan udara Ukraina yang langka dan mahal. Peluncuran drone jenis ini dilakukan dalam serangan skala besar pada Kamis waktu setempat, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Angkatan Udara Ukraina melaporkan berhasil mencegat senjata yang juga dikenal sebagai S8000 tersebut. Senjata berbasis drone kamikaze tenaga jet ini mampu melaju lebih dari 500 km/jam dengan jarak tempuh hingga 500 km.

Peluncuran Banderol utamanya dilakukan menggunakan drone pengintai Orion buatan pabrik Kronshtadt JSC maupun helikopter Mi-28. Metode peluncuran tanpa pesawat terbang ini membuat pasukan Ukraina kesulitan mendapatkan peringatan dini.

Utusan Kepresidenan Ukraina, Vladyslav Vlasiuk, mencatat amunisi ini terlibat dalam sebagian besar serangan ke wilayah target.

"Rudal tipe ini terlibat dalam sekitar 80% serangan Rusia terhadap infrastruktur Odesa," kata Utusan Kepresidenan Ukraina, Vladyslav Vlasiuk.

Banderol membawa hulu ledak fragmentasi seberat 114 kg dengan bahan peledak hingga 50 kg. Meski muatannya lebih kecil dari rudal jelajah Kh-101, biaya produksinya sangat murah yakni sekitar Rp 730 juta hingga Rp 2,2 miliar per unit.

Harga yang setara dengan drone Shahed tersebut menuntut Ukraina merespons menggunakan sistem pertahanan udara jarak pendek dan menengah. Intelijen Ukraina mengungkapkan Banderol dirakit memakai mesin jet China, baterai Jepang, serta komponen elektronik buatan Amerika Serikat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author