Saham Jepang Melonjak Lampaui Rekor Tertinggi Baru

Share

Indeks saham Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo Jepang melonjak hingga sempat menyentuh level intraday tertinggi sepanjang masa di 71.952 pada Senin, 22 Juni 2026, akibat euforia sektor kecerdasan buatan dan meredanya ketegangan geopolitik global.

Dilansir dari Kyodo, dalam 15 menit pertama perdagangan pada hari Senin, indeks berbasis 225 isu tersebut naik 446,08 poin atau 0,63 persen dari penutupan hari Jumat ke level 71.696,14. Indeks Topix yang lebih luas juga menguat 22,95 poin atau 0,57 persen ke posisi 4.067,91.

Sebelumnya pada hari Jumat, 19 Juni 2026, Nikkei 225 menutup perdagangan di level 71.250,06 setelah naik 196,57 poin atau 0,27 persen, menjadikannya rekor penutupan tertinggi selama lima sesi berturut-turut. Penguatan beruntun ini dipicu oleh penandatanganan nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran yang meredakan konflik Timur Tengah.

Menurut laporan Jiji Press via nippon.com, sektor semikonduktor dan saham terkait kecerdasan buatan terus menarik minat beli investor, meskipun sempat ada tekanan dari aksi ambil untung karena kekhawatiran pasar yang terlalu panas. Pada hari yang sama, indeks TOPIX justru turun 23,22 poin ke posisi 4.044,96.

Sementara itu, berdasarkan data dari gurufocus.com pada Minggu, 21 Juni 2026, pergerakan awal saham Jepang mencatat kenaikan Nikkei sebesar 0,6 persen ke level 71.691,01 poin. Antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI) dinilai menjadi penggerak utama ketahanan pasar di tengah dinamika harga minyak dunia.

Tren kenaikan indeks saham Jepang ini tercatat sangat pesat setelah berhasil menembus angka melampaui 70.000 untuk pertama kalinya pada 18 Terakhir. Nikkei berulang kali melewati tonggak sejarah besar, mulai dari level 40.000 pada Maret 2024, 50.000 pada Oktober 2025, hingga melewati 60.000 pada April 2026.

Pada perdagangan valuta asing hari Senin pukul 09.00 pagi waktu setempat, mata uang dolar AS diperdagangkan pada kisaran 161,44-45 yen dibandingkan dengan 161,31-33 yen pada Jumat sore di Tokyo. Sektor logam nonferrous, besi dan baja, serta produk kaca menjadi pemimpin penguatan di pasar utama.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author