Saham SpaceX Menguat Empat Hari Beruntun Salip Kapitalisasi Pasar Amazon

Share

Saham SpaceX mencatatkan tren positif dengan mencetak kenaikan selama empat hari berturut-turut sekaligus memperkokoh posisinya dalam jajaran perusahaan terbesar di dunia. Berdasarkan data bursa, kapitalisasi pasar perusahaan roket tersebut kini telah melampaui raksasa e-commerce Amazon.com Inc.

Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, saham SpaceX milik miliarder Elon Musk melonjak 4,5% dalam perdagangan pre-market di New York pada Rabu waktu setempat. Meski terus menguat, laju kenaikan ini tercatat lebih lambat jika dibandingkan dengan sesi-sesi perdagangan sebelumnya.

Perusahaan yang memiliki nama resmi Space Exploration Technologies Corp. ini telah membukukan lonjakan sekitar 49% sejak melantai di bursa hingga penutupan perdagangan Selasa. Pencapaian tersebut membawa SpaceX merebut posisi sebagai saham terbesar kelima di dunia dan kini hanya berjarak sekitar US$150 militar dari Microsoft Corp.

Tren positif ini mengindikasikan tingginya permintaan investor yang konsisten terhadap saham SpaceX pasca penawaran umum perdana (IPO) yang berhasil memecahkan rekor. Kondisi tersebut sekaligus meredakan kekhawatiran pelaku pasar mengenai kemampuan bursa dalam menyerap IPO berskala besar.

Terlebih lagi, pasar modal juga bersiap menyambut potensi penawaran umum dari dua kompetitor utama di sektor kecerdasan buatan (AI), yaitu Anthropic PBC dan OpenAI. Kedua perusahaan teknologi tersebut diproyeksikan akan meluncurkan IPO pada akhir tahun ini dengan estimasi nilai valuasi mencapai kisaran US$1 triliun.

Kenaikan saham SpaceX “sama sekali tidak mengejutkan, terutama mengingat fakta bahwa 30% dari saham yang ditawarkan tersedia bagi investor ritel,” kata Brian Mulberry, kepala strategi pasar di Zacks Investment Management.

Pergerakan saham ini terjadi di tengah sikap wait and see para pelaku pasar terhadap sejumlah momentum krusial yang diprediksi akan memengaruhi arah makroekonomi serta situasi geopolitik global.

Pada hari Rabu, bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga acuan pertama di bawah kepemimpinan ketua baru, Kevin Warsh. Momen ini menarik perhatian besar investor, khususnya terkait gaya komunikasi yang akan ditampilkan dalam konferensi pers.

Selain sentimen bank sentral, dinamika geopolitik juga akan diwarnai oleh rencana penandatanganan resmi perjanjian damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan pada hari Jumat mendatang.

Di sisi lain, volatilitas harga yang terjadi pada perdagangan intraday SpaceX ditengarai merupakan dampak dari jumlah free float atau saham publik yang relatif rendah. Porsi saham SpaceX yang tersedia untuk diperdagangkan pada hari pertama tercatat hanya sekitar 4,2% dari total saham keseluruhan.

Faktor keterbatasan suplai saham tersebut diduga ikut menjadi motor penggerak kenaikan harga. Namun, para analis menilai berakhirnya periode lock-up internal dalam beberapa bulan ke depan berpotensi mendatangkan tekanan jual baru terhadap pergerakan saham.

Peluang SpaceX untuk masuk ke dalam indeks saham utama dalam beberapa pekan ke depan juga terbuka lebar. Langkah ini didukung oleh kebijakan Nasdaq Inc. yang melonggarkan aturan guna mempercepat masuknya emiten skala raksasa ke dalam indeks.

Perubahan regulasi dari Nasdaq tersebut bakal memaksa dana-dana kelolaan yang melacak indeks Nasdaq 100 untuk melakukan pembelian saham SpaceX. Kebijakan ini dinilai akan menjadi sentimen positif yang menopang harga saham di pasar.

Namun, kebijakan berbeda diambil oleh S&P Dow Jones Indices yang memilih untuk tidak mengubah aturan percepatan bagi emiten IPO baru. Keputusan ini memastikan SpaceX tidak akan langsung diintegrasikan ke dalam indeks S&P 500 dalam waktu dekat.

Melihat situasi tersebut, sejumlah investor diperkirakan memilih bersikap pasif untuk sementara waktu dengan keyakinan bahwa mereka akan otomatis mendapatkan eksposur SpaceX saat saham ini resmi masuk ke indeks.

“Hal ini bisa jadi berkaitan dengan fakta bahwa beberapa investor berpendapat, ‘saya tidak akan panik karena jika Anda mampu melakukannya, silakan saja ikuti pergerakan indeks tersebut dengan instrumen investasi, dan Anda sudah mendapatkan eksposur,’” kata Shelby McFaddin, seorang manajer portofolio di Motley Fool Asset Management.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Amazon Elon Musk IPO saham SpaceX
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author