AS Saint-Etienne Hadapi OGC Nice pada Playoff Liga Prancis
AS Saint-Etienne bersiap menjamu OGC Nice dalam pertandingan leg pertama final playoff promosi-degradasi Ligue 1 Prancis di Stadion Geoffroy-Guichard pada Selasa, 26 Mei 2026 malam waktu setempat. Laga krusial ini disiarkan langsung melalui saluran beIN Sports 1 dan layanan streaming Ligue 1+.
Pertandingan penentu ini tetap digelar setelah melewati dinamika regulasi yang rumit terkait pemanggilan pemain untuk Piala Dunia 2026. Berdasarkan laporan mediakompeten.co.id, FIFA sebelumnya menolak memberikan dispensasi kepada LFP untuk menggunakan pemain Piala Dunia karena aturan mewajibkan klub melepas pemain per 25 Mei.
Manajemen OGC Nice merespons situasi tersebut dengan melakukan langkah hukum. Dilansir dari pdiperjuanganbali.id, klub berjuluk Les Aiglons itu berhasil memanfaatkan celah regulasi FIFA mengenai batas waktu surat pemanggilan yang terlambat dikirimkan oleh beberapa asosiasi sepak bola negara asal pemain.
Keberhasilan argumen hukum ini membuat pelatih Nice, Claude Puel, tetap bisa menurunkan para pemain internasionalnya seperti Hicham Boudaoui, Ali Abdi, dan Kojo Oppong. Namun, lini depan mereka dipastikan tanpa Elye Wahi akibat sanksi skorsing kartu, dan Mohamed-Ali Cho diplot sebagai penggantinya.
Krisis lain melanda Nice setelah penjaga gawang utama Maxime Dupe dipastikan absen mendadak karena harus mendampingi istrinya yang melahirkan. Posisi di bawah mistar gawang tim tamu akan dipercayakan kepada Yehvann Diouf dalam laga yang tidak dihadiri suporter Nice akibat larangan perjalanan.
Di kubu tuan rumah, AS Saint-Etienne mengincar kemenangan di kandang demi kembali ke kasta tertinggi setelah finis di peringkat ketiga Ligue 2. Pelatih Philippe Montanier menerapkan formasi 4-3-3 dengan memasukkan pemain muda Luan Gadegbeku di lini tengah, didukung kembalinya Ben Old dan Florian Tardieu.
“Parameter fisik akan menjadi aspek penting menghadapi pertandingan besar ini. Secara teknis dan mental, pertandingan juga akan sangat menentukan,” ujar Montanier, pelatih AS Saint-Etienne sebagaimana dilansir rri.co.id.
Montanier menambahkan bahwa Nice memiliki keunggulan dari segi pengalaman para pemainnya di kompetisi Eropa. Kendati demikian, ia menegaskan skuadnya yang memiliki rekor kandang terbaik kedua di Ligue 2 siap tampil maksimal di hadapan 42.000 pendukungnya.
“Kami membutuhkan energi besar dan tekad sepanjang pertandingan nanti. Semua pemain ingin memberikan performa terbaik pada laga setelah musim,” kata Julien Le Cardinal, bek AS Saint-Etienne.
Pernyataan dari pihak lawan juga sempat muncul sebelum kepastian regulasi pemain internasional didapatkan. Manajemen Nice sempat melayangkan protes keras terkait penjadwalan laga yang bertabrakan dengan kalender FIFA.
"Une atteinte manifeste au principe fondamental d’équité sportive" cetus Maurice Cohen, Wakil Presiden Delegasi OGC Nice dalam surat tercatat yang ditujukan kepada Presiden LFP Vincent Labrune.
Secara rekor pertemuan, Nice mendominasi dengan memenangkan lima laga terakhir melawan Saint-Etienne, termasuk kemenangan 2-1 pada Desember 2025. Setelah laga di Stadion Geoffroy-Guichard ini selesai, OGC Nice dijadwalkan ganti menjamu AS Saint-Etienne di Allianz Riviera pada pertandingan leg kedua hari Jumat mendatang.