Samsung Dukung Transformasi Pembelajaran Digital Lewat Inisiatif AI
Sekolah-sekolah kini menghadapi tantangan baru dalam membantu para pendidik menggunakan teknologi digital dan kecerdasan buatan secara efektif demi menyokong hasil pembelajaran. Dilansir dari Detikcom, perangkat digital dan AI mampu membuat proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif serta praktis setiap hari. Samsung melalui program Samsung for Education menghadirkan berbagai inisiatif guna menyokong sektor pendidikan.
Melalui langkah ini, perusahaan berupaya membangun kepercayaan diri para guru dalam memanfaatkan perangkat digital berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan kelas. Visi program ini berfokus pada pemberdayaan pendidik, menginspirasi pelajar, serta membantu sekolah tumbuh di era digital. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa perangkat fisik, melainkan juga mencakup pelatihan terstruktur, pendampingan, hingga akses ke komunitas pembelajaran.
Kesiapan guru memegang peran krusial guna memastikan teknologi digital dapat diaplikasikan dengan tujuan yang tepat. Melalui pelatihan Professional Development (SfE PD) dan modul e-Learning, para pendidik bisa mengeksplorasi cara praktis pemanfaatan AI untuk persiapan materi pelajaran.
Langkah ini sejalan dengan fokus Kurikulum Merdeka yang menekankan penguatan kompetensi siswa pada aspek berpikir kritis, kolaborasi, dan literasi digital. Inisiatif tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif serta berkelanjutan. "Kami berinvestasi dalam pengembangan profesional, pendampingan, dan komunitas yang membantu guru membangun keterampilan dan kepercayaan diri untuk membawa pembelajaran digital ke setiap ruang kelas. Dengan memberdayakan pendidik, kami memastikan keberlanjutan dan dampak jangka panjang," ujar VP & Regional Head of Mobile eXperience Business, Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, Carl Nordenberg.
Di sisi lain, institusi pendidikan mulai meninjau kembali peran teknologi agar menjadi bagian dari pengalaman belajar yang utuh. Kerjasama dengan pihak penyedia teknologi dinilai sebagai langkah nyata dalam menghadirkan digitalisasi secara praktis. "Kami melihat kolaborasi dengan Samsung ini sebagai cara untuk membawa digitalisasi ke dalam program kami dengan lebih praktis dan terasa manfaatnya," ujar Chief Executive Officer of Thursina IIBS, Nur Abidin.
Tiga Pilar Utama Pendukung Efektivitas Pengajaran
Guna mengatasi kebutuhan ruang kelas yang beragam, inisiatif ini merangkum tiga pilar utama. Ketiganya meliputi pilar Digital Learning in Practice, platform Samsung Learning Hub, serta program Samsung Digital Lighthouse School. Pada pilar Digital Learning in Practice, fokus diarahkan pada optimalisasi perangkat Galaxy untuk meningkatkan keterlibatan siswa.
Implementasi ini terlihat melalui pemanfaatan aplikasi pengajaran dan fitur berbagi berkas instan demi efisiensi penugasan kelompok di kelas. Pilar kedua, Samsung Learning Hub (SLH), berfungsi sebagai platform utama pengembangan profesional. Platform daring tersebut menawarkan modul pelatihan terstruktur dari tingkat dasar hingga tingkat lanjut yang dapat diakses guru secara mandiri sesuai rutinitas mengajar.
"Selain itu, guru memiliki akses ke video panduan singkat, konten pilihan dari mitra seperti Carolina Science, Meritus AI, dan banyak lainnya. Mereka juga dapat bergabung dengan forum komunitas tempat mereka bertukar ide dan mencari dukungan dari rekan sejawat," tambah Carl.
Salah satu guru SD Al Muslim, Yuli Astuti, menyambut positif kehadiran platform pembelajaran mandiri ini. Menurutnya, materi yang tersedia sangat fleksibel serta mendukung perkembangan pribadi maupun pedagogis pendidik di sekolah. "Bagi saya, belajar melalui Samsung Learning Hub sangat menarik.
Selain jadwal yang fleksibel, materi-materinya sangat mendukung perkembangan pribadi dan pedagogis saya. SLH juga menyertakan kursus-kursus yang menggunakan elemen permainan seperti Assembler dan Scratch, yang sangat menarik. Melalui SLH, kemampuan pedagogis saya menjadi lebih ter refined dan terfokus, membantu saya membimbing siswa dalam mengembangkan keterampilan 4C mereka dan membuat proses pembelajaran lebih mudah," kata Yuli.
Transformasi Berkelanjutan Melalui Sekolah Percontohan
Pilar ketiga dijalankan melalui Samsung Digital Lighthouse School (SDLS) untuk mendukung transformasi digital ekosistem sekolah secara terstruktur. Beberapa sekolah di Indonesia yang telah mengadopsi program ini antara lain Al Muslim, Salman Al Farisi, dan Al Azhar 25.
Pada awal Januari 2026, Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) turut meresmikan program SDLS sebagai tonggak baru. Langkah ini menjadi upaya memperkuat integrasi teknologi dalam pengalaman pengajaran serta menciptakan lingkungan belajar digital yang berkelanjutan.