San Antonio Spurs Imbangi Oklahoma City Thunder di Final Wilayah
San Antonio Spurs sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dalam seri final Wilayah Barat playoff NBA setelah menumbangkan juara bertahan Oklahoma City Thunder dengan skor telak 103-82 di Frost Bank Center pada hari Minggu malam.
Kemenangan dominan tuan rumah ini membalas kekalahan mereka di tempat yang sama pada hari Jumat malam, saat Oklahoma City Thunder sempat unggul 2-1 setelah bangkit dari ketertinggalan 15 poin untuk menang 123-108.
Kondisi Thunder pincang akibat absennya dua kreator serangan utama, Jalen Williams dan Ajay Mitchell yang mengalami cedera, sehingga membuat Shai Gilgeous-Alexander kesulitan membongkar pertahanan ketat Spurs yang dikawal Stephon Castle.
Victor Wembanyama tampil perkasa memimpin San Antonio Spurs dengan mencetak 33 poin dan membawa timnya melesat unggul 23-8 di delapan menit pertama laga keempat, setelah pada gim ketiga mereka juga sempat memimpin 15-0 di awal laga.
Sebaliknya, performa barisan cadangan Thunder menurun drastis dengan hanya membukukan 18 poin sebelum kuarter keempat gim keempat, sangat kontras dibandingkan sumbangan 76 poin yang mereka torehan saat menang di gim ketiga.
Akurasi tembakan tiga angka Oklahoma City juga anjlok ke angka 6 dari 33 percobaan yang menjadi catatan terburuk mereka di babak playoff ini, ditambah dengan 20 kesalahan sendiri yang berhasil dikonversi Spurs menjadi 25 poin.
Keterpurukan ini diperparah oleh performa buruk Chet Holmgren di sepanjang seri final wilayah melawan rivalnya, Wembanyama, di mana sang All-Star Thunder hanya mencetak 10 poin pada gim keempat dan kesulitan memberi dampak pada perebutan bola pantul.
Pihak Associated Press melaporkan bahwa ketegangan sempat memuncak di awal paruh kedua gim ketiga ketika Stephon Castle terjatuh dalam dua upaya nombor berturut-turut, memicu pelanggaran flagrant 1 bagi Ajay Mitchell serta kesalahan teknis untuk Mitchell dan Devin Vassell.
Menanggapi situasi kejar-mengejar angka di seri ini, para aktor utama dari kedua tim memberikan pernyataan resmi mereka terkait jalannya pertandingan sengit tersebut.
"We just went out there and competed," kata Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.
Beliau menambahkan evaluasi mengenai awal pertandingan ketiga yang sempat berjalan sulit bagi timnya di kandang lawan.
"They obviously jumped on us early. First game in their building, their crowd behind them, they were excited to play. We just wanted to make sure we competed from that point on. We obviously didn’t give our best effort to start that game, but can’t do nothing about it. It’s behind us. All we can do is focus on the next possession, and we did that." ujar Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.
Setelah kekalahan telak pada hari Minggu, sang bintang kembali memberikan pandangannya mengenai agresivitas tim lawan.
"They just punched us in our face early," kata Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.
Ia menguraikan bagaimana tim tuan rumah berhasil mendikte permainan sejak menit pertama.
"I think they just did a good job of being the aggressors. They were in us – forcing turnovers, being physical." ujar Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.
Meskipun timnya kehilangan dua fasilitator serangan, sang kapten merasa hal itu bukan alasan utama hilangnya ritme permainan.
"Two of our handlers, our creators, are out, but guys are good off the ball, and we played a fair amount of games this year with no handlers," kata Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.
Beliau menekankan pentingnya energi awal yang gagal mereka tunjukkan pada pertandingan keempat.
"So, we're a little bit used to that. But I mean, regardless, I think it's just a snowball effect. I think when you come out with the right energy, things like that work out and the offense has flow. And I don't think we came out with the right energy today." ujar Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.
Ketika ditanya oleh awak media mengenai strategi untuk mengembalikan ketajaman Chet Holmgren di lapangan, sang pengatur serangan sempat terdiam lama sebelum menjawab.
"Chet's an easy target to find," kata Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.
Ia mengaku masih mencari formula terbaik bersama tim pelatih untuk memaksimalkan potensi rekannya tersebut.
"So, probably just find him more in the dunker spot or when he's spacing. Just put him in better positions to use his strengths as an offensive talent. I don't know exactly what that looks like." ujar Gilgeous-Alexander, Pemain Oklahoma City Thunder.
Di sisi lain, kekalahan ini diakui secara terbuka oleh internal tim tamu sebagai dampak dari perbedaan motivasi bertanding di lapangan.
"They played like their season was on the line, and we didn’t," kata Holmgren, Pemain Oklahoma City Thunder.
Melihat performa timnya secara keseluruhan, pelatih kepala Oklahoma City Thunder memberikan analisis taktis mengenai aspek pertahanan dan kedisiplinan anak asuhnya.
"Other than the first 15 points, our defense was really tight," kata Mark Daigneault, Pelatih Oklahoma City Thunder.
Ia sempat memuji kedisiplinan timnya yang mampu meredam bakat besar yang dimiliki oleh San Antonio Spurs pada gim ketiga.
"We got back, settled down into the halfcourt. Our offense had something to do with that. We ran good offense tonight, despite the fact that they were amped up and ready to go, the Spurs were. It’s a discipline series. We did that. We couldn’t be reckless against them, they are too good with the ball, too well coached, too talented. So you’ve got to be able to do it with discipline. I thought we really were disciplined tonight." ujar Mark Daigneault, Pelatih Oklahoma City Thunder.
Namun, setelah hasil buruk di gim keempat, sang pelatih mengakui adanya penurunan ketajaman yang drastis dari sistem penyerangan mereka.
"We can," kata Mark Daigneault, Pelatih Oklahoma City Thunder.
Ia merasa timnya tidak menunjukkan kekuatan yang dibutuhkan untuk membongkar barikade pertahanan kokoh dari San Antonio.
"I thought we left a lot to be desired on that end of the floor. We didn’t have the sharpness, force or precision necessary to crack them." ujar Mark Daigneault, Pelatih Oklahoma City Thunder.
Lebih lanjut, ia menjelaskan prinsip dasar pertempuran di babak playoff yang menuntut keunggulan fisik di setiap wilayah lapangan.
"A lot of these playoff games come down to physicality and force," kata Mark Daigneault, Pelatih Oklahoma City Thunder.
Ia mengevaluasi kegagalan kolektif timnya dalam mengesekusi strategi penyerangan global yang mereka rencanakan.
"Your force has to be better than their physicality on defense, and your physicality has to be better than their force on offense. That’s kind of the trenches of a playoff game. … You’ve gotta give yourselves more bites at the apple." ujar Mark Daigneault, Pelatih Oklahoma City Thunder.
Ia juga menegaskan bahwa kekalahan ini merupakan tanggung jawab bersama dari seluruh lima pemain yang berada di lapangan.
"We went to him a little bit at different times," kata Mark Daigneault, Pelatih Oklahoma City Thunder.
Sang pelatih memberikan apresiasi tinggi pada kualitas pertahanan kubu lawan yang tampil luar biasa malam itu.
"But I just thought the overall, the global approach offensively tonight didn't benefit anybody. It was more of a five-man issue. And again, San Antonio is playing really good defense, a combination of us not being as sharp as we could have been and San Antonio being really good. But I don't know what I could have called tonight that would have changed it. It was more of a global approach, slash San Antonio." ujar Mark Daigneault, Pelatih Oklahoma City Thunder.
Dari kubu lawan, rasa optimisme tinggi mulai tumbuh di kalangan para pemain muda San Antonio Spurs yang baru pertama kali mencicipi atmosfer pasca-musim reguler.
"It's my first playoffs," kata Victor Wembanyama, Pemain San Antonio Spurs.
Pusat serangan Spurs ini menegaskan kesiapan mental timnya untuk menghadapi segala ujian berat yang menghadang di depan mereka.
"It’s the first playoffs for many of us. Of course, there was going to be hard trials. It’s to be expected, but now we’re going to see what we’re made of." ujar Victor Wembanyama, Pemain San Antonio Spurs.
Dalam sejarah NBA, pemenang dari gim kelima saat kedudukan imbang 2-2 memiliki statistik peluang sebesar 82 persen untuk memenangkan seri berformat best-of-seven ini.
Pertandingan kelima yang krusial bagi kedua tim dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa malam di markas Oklahoma City.