San Lorenzo Tersingkir dari Copa Sudamericana Setelah Kalah dari Recoleta

Share

Klub asal Argentina, San Lorenzo, dipastikan tersingkir dari kompetisi Copa Sudamericana setelah menderita kekalahan mengejutkan 0-1 dari tim tamu asal Paraguay, Recoleta, di Stadion Nuevo Gasometro.

Hasil buruk pada pertandingan penentu tersebut langsung memicu reaksi masif dari para pendukung di jagat maya, di mana platform media sosial dipenuhi oleh berbagai unggahan meme kreatif dan sindiran jenaka terkait kegagalan tim berjuluk El Ciclon tersebut.

Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan karena San Lorenzo sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang di markas sendiri untuk mengamankan tiket kelolosan, namun performa skuad asuhan Gustavo Alvarez dinilai sangat minim kreativitas dan tampil mengecewakan sepanjang laga.

Menanggapi hasil buruk dan tekanan dari para suporter yang memadati stadion Bajo Flores, pelatih San Lorenzo memberikan pernyataan terkait situasi panas yang terjadi setelah peluit panjang berbunyi.

"Si aceptamos los aplausos, hay que aceptar la reprobación de la misma forma", sentenci Gustavo Alvarez, pelatih San Lorenzo.

Sang manajer menegaskan pentingnya tanggung jawab kolektif seluruh elemen tim dalam menghadapi situasi sulit ini daripada bersembunyi dari amarah para pendukung.

"En los malos momentos hay que dar la cara. Yo siempre me voy rápido al vestuario, pero si el equipo pierde y pasa lo que pasó hoy, hay que irse todos juntos, con la cabeza alta y aceptando la reprobación", tambah Gustavo Alvarez.

Alvarez juga memberikan evaluasi objektif mengenai performa keseluruhan anak asuhnya dalam mengarungi turnamen antarklub Amerika Selatan tersebut.

"No clasificamos, nuestra Copa fue mala. No alcanza con la evolución", aku Gustavo Alvarez.

Meski kecewa berat, sang juru taktik mencoba melihat ke depan dan menegaskan bahwa hasil negatif ini tidak akan menghentikan langkah tim secara permanen.

"Las derrotas son parte del camino y, por más dolorosas que sean, hay que levantarse. No entiendo ningún resultado deportivo como algo definitivo", tegas Gustavo Alvarez.

Kegagalan total ini pun langsung memicu spekulasi mengenai masa depan posisinya di kursi kepelatihan San Lorenzo.

"Mi continuidad no depende de mi voluntad, ni ahora ni nunca. Tenemos que seguir adelante día a día", ujar Gustavo Alvarez.

Pasca-kegagalan di level internasional ini, San Lorenzo dijadwalkan bakal menutup agenda semester ini dengan menghadapi Deportivo Riestra dalam babak 32 besar Copa Argentina pada Minggu, 7 Juni 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author