Sate Keroncong Jatinegara Tawarkan Kuliner Kambing Tua Anti Prengus

Share

Menjelang perayaan Idul Adha 2026 yang jatuh pada Rabu, 27 Mei, berburu kuliner olahan daging kambing yang khas menjadi agenda menarik bagi pencinta kuliner. Salah satu destinasi kuliner legendaris yang patut dikunjungi adalah warung sate tersembunyi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Seperti dilansir dari Detik Food, sebuah warung makan sederhana yang beroperasi sejak tahun 1960-an menawarkan sate kambing hingga tongseng dengan keunikan bebas bau prengus. Tempat makan bernama Sate Sederhana Keroncong ini terletak di dalam Gang Lele, Jalan Matraman Raya.

Cita rasa yang ditawarkan warung ini tetap konsisten sejak pertama kali dibuka sekitar tahun 1964. Kini, usaha kuliner legendaris tersebut telah memasuki pengelolaan generasi kedua untuk mempertahankan resep warisan keluarga.

Pemilik warung saat ini, Sri Mulyono, menceritakan bahwa tempat makan ini awalnya hanya bernama Sate Sederhana. Penambahan kata keroncong bermula dari kehadiran para pemain musik keroncong yang kerap mengamen di depan warung tersebut.

Perubahan nama menjadi lebih spesifik terjadi sekitar tahun 2000-an setelah seorang pembawa acara televisi swasta berkunjung. Momen tersebut bertepatan dengan penampilan musik keroncong di lokasi.

"Ya akhirnya nggak sengaja dibuatin namanya sate keroncong. Sampai sekarang dikenalnya seperti itu," jelasnya.

Sajian Menu Berbahan Kambing Betina Tua

Warung Sate Sederhana Keroncong secara konsisten hanya menyediakan menu olahan kambing, yang meliputi sate, gule, dan tongseng. Gaya masakan yang diusung mengadopsi kuliner Jawa Tengah dengan dominasi bumbu kecap dan bumbu celup khusus.

Berbeda dengan kebanyakan restoran yang memilih kambing muda, tempat ini menggunakan bahan baku unik. Mereka secara khusus memilih kambing betina yang sudah agak tua.

"Biasanya kambing yang berat di atas 30 kilo. Jadi kira-kira kambing daging tuh di atas 15 kilo. Karkas ya, maksudnya udah bentuk daging," lanjut Mulyono.

Proses Pembakaran Spesial Dua Kali Celup

Meskipun menggunakan daging dari kambing berumur tua, hidangan sate di warung ini menghasilkan tekstur yang nikmat tanpa aroma prengus. Satu porsi sate kambing ditawarkan dengan harga Rp 75.000 untuk 10 tusuk, dengan pilihan komposisi full daging, campuran lemak, atau ati.

Proses pemanggangan sate di atas arang berapi besar membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Daging awalnya dibakar polos tanpa bumbu hingga mulai mengering, lalu melewati dua kali tahap pencelupan bumbu rahasia sebelum dimasak sampai kering.

Bumbu celup yang digunakan merupakan racikan mandiri berbahan dasar gula jawa dan rempah-rempah seperti kayu manis. Proses pengolahan bumbu ini memakan waktu yang cukup lama.

Mulyono mengungkap, "Iya itu diolahnya tuh sampai kental itu kurang lebih lima-enam jam. Makanya biar itu gula tapi gak ada yang pernah disentuh semut."

Hidangan sate matang kemudian disajikan bersama bumbu kecap, irisan tomat, bawang merah, cabai rawit, dan merica bubuk. Tekstur daging terasa berserat namun tetap empuk, dikombinasikan dengan lemak gajih susu yang padat.

Gulai Tradisional dengan Masak Tiga Jam

Menu alternatif lain yang tersedia adalah Gule Kambing seharga Rp 50.000 per porsi. Proses memasak gulai ini masih mempertahankan metode tradisional menggunakan bahan bakar kayu.

Hidangan gulai dimasak di dalam kuali besar sejak pukul 6 pagi hingga 9 pagi untuk menghilangkan bau prengus. Isian gulai terdiri dari tulangan kambing, krewet atau sisa daging keras, serta paru.

"Sebenarnya kalau aslinya gulai itu ada jeroan sebetulnya ya. Tapi di sini kan banyak yang nolak di Jakarta, jadi kita gak pakai jeroan. Jadi jualannya hanya tulangan, krewet, dan paru," jelasnya kepada detikFood.

Kuah gulai berwarna kuning pucat dengan cita rasa gurih santan yang ringan. Daging yang menempel pada bagian tulang memiliki tekstur yang empuk dan mudah lepas saat disantap.

Tongseng Kambing Kuah Gurih Manis

Menu penutup yang tidak kalah populer adalah Tongseng Kambing yang dijual seharga Rp 50.000. Berbeda dengan gulai, tongseng hanya berisi potongan daging dan lemak kambing tanpa tambahan tulang atau jeroan.

Proses pembuatan tongseng memanfaatkan kuah gulai untuk memperkuat rasa gurih rempahnya. Sajian ini juga dilengkapi dengan irisan tomat, kol renyah, cabai rawit, serta kecap manis yang menghasilkan kuah berwarna cokelat pekat.

Sate Sederhana Keroncong berlokasi di Gang Lele, Jalan Matraman Raya No. 224, Jatinegara, Jakarta Timur. Warung legendaris ini dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.30 WIB.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author