Satgas PKH Periksa 25 Kontainer Mineral Logam Tanah Jarang

Share

Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) memeriksa 25 kontainer berisi mineral logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth di Dermaga Kodaeral IV Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa (27/5) demi mengusut dugaan pelanggaran hukum terkait ekspor mineral tersebut.

Pemeriksaan lapangan ini dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana Satgas PKH sekaligus Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah bersama Wakil Ketua Pelaksana 1 Satgas PKH Letjen TNI Richard Tampubolon, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Jumat (29/5/2026).

Tindakan tersebut merupakan respons cepat atas laporan penyidik TNI AL pada 17 Mei 2026 mengenai penindakan kapal pengangkut mineral berkandungan radioaktif, di mana aparat membuka 15 kontainer untuk menyinkronkan fisik barang dengan dokumen ekspor.

Juru Bicara Satgas PKH Barita Simanjuntak menjelaskan bahwa penyelarasan dokumen tata niaga ekspor yang dilakukan oleh tim di lapangan telah menghasilkan serangkaian barang bukti yang mengarah pada potensi pelanggaran hukum.

"Ada dugaan kuat terjadi pelanggaran terkait dokumen-dokumen yang seharusnya diwajibkan untuk melakukan kegiatan ekspor," kata Barita Simanjuntak, Juru Bicara Satgas PKH.

Pengawasan ketat terhadap pengelolaan sumber daya alam nasional ini melibatkan sinergi antarinstansi guna memastikan kekayaan negara tidak disalahgunakan dan dapat memberikan kontribusi optimal bagi perlindungan aset negara.

"Apalagi beberapa barang bukti tersebut wajib dilengkapi oleh dokumen-dokumen, dan terdapat beberapa barang yang dilarang digunakan dalam tata niaga ekspor," lanjut Barita Simanjuntak, Juru Bicara Satgas PKH.

Pihak TNI AL selaku penindak awal telah menyerahkan seluruh temuan dokumen dan fisik komponen tersebut kepada aparat penegak hukum untuk proses penyelidikan lebih mendalam.

"Hal itu akan menjadi dasar dari tindakan hukum selanjutnya untuk dapat ditentukan sebagai temuan tindak pidana korupsi, penyalahgunaan wewenang, ataupun tindak pidana pemalsuan dokumen," lanjut Barita Simanjuntak, Juru Bicara Satgas PKH.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author