Satgas PRR Percepat Pemulihan Jalan Putus Akibat Longsor Simalungun
Pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara kini tengah dipacu. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) memastikan bahwa pembangunan infrastruktur yang berjalan akan dirampungkan tepat sasaran demi menormalisasi mobilitas warga. Langkah penanganan ini dipantau langsung melalui agenda monitoring dan evaluasi di Desa Marubun Lokkung, Kecamatan Dolok Silou.
Peninjauan dipimpin oleh Koordinator Wilayah Satgas PRR, Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, bersama Tenaga Ahli Satgas PRR, Agung DH, dan Serda Muhammad Rafii Naadir, dilansir dari Detikcom. Proses pengecekan lapangan ini ditujukan untuk memantau perkembangan perbaikan ruas jalan yang terputus akibat tanah longsor. Selain itu, langkah ini dilakukan guna memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar target rehabilitasi tetap berjalan sesuai rencana.
Fadjar menegaskan kehadiran Satgas PRR merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat untuk memastikan setiap tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.
"Saya ditunjuk sebagai Kepala Korwil dan saya bertanggung jawab hadir di tempat ini untuk memastikan proses pembangunan harus segera diselesaikan," kata Fadjar dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026). Akses jalan di Desa Marubun Lokkung dinilai memiliki fungsi strategis dalam menyokong perputaran ekonomi warga setempat. Oleh karena itu, Satgas PRR mendesak BPBD untuk segera merealisasikan jalur pengalihan sementara dan mengintensifkan koordinasi bersama Kodim 0207/Simalungun agar pengerjaan lebih efektif.
Pihak Satgas PRR juga berkomitmen memberikan pendampingan bagi pemerintah daerah guna mengurai kendala di lapangan. Upaya ini diharapkan dapat membuat proyek jembatan permanen selesai tepat waktu. Bencana tanah longsor yang terjadi pada November 2025 menjadi pemicu putusnya jalan di Dusun IV Bangun Baru, Desa Marubun Lokkung. Bupati Simalungun, Anton Ahmad Saragih, sempat meninjau lokasi sesaat setelah kejadian dan langsung memerintahkan percepatan penanganan darurat.
Kendati pengerjaan darurat langsung diinisiasi, cuaca ekstrem memicu terjadinya longsor susulan. Akibatnya, jalur yang sedang diperbaiki kembali mengalami kerusakan serius dan memutus total akses utama. Warga setempat kemudian bergotong royong mendirikan jembatan darurat agar mobilitas tidak lumpuh total.
Fasilitas sementara ini hanya bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua, padahal jalur tersebut sebelumnya merupakan rute utama truk pengangkut kelapa sawit dan mobil pribadi. Terhambatnya akses transportasi berimbas pada belum pulihnya aktivitas ekonomi secara total. Merespons kondisi tersebut, pemerintah daerah mengambil langkah konkret dengan merancang jembatan permanen.
Satgas PRR menindaklanjuti situasi ini dengan menggelar rapat koordinasi bersama BPBD Kabupaten Simalungun, TNI, pihak kecamatan, desa, serta tokoh masyarakat. Pertemuan tersebut fokus mengevaluasi progres kerja sekaligus mencari solusi atas hambatan konstruksi.
Pejabat Pembuat Komitmen BPBD Kabupaten Simalungun, Lusman Siagian, memaparkan bahwa pengerjaan jembatan permanen sudah berlangsung sekitar enam bulan. Waktu pelaksanaan ini dihitung sejak penetapan status darurat bencana oleh pemerintah daerah. Sejumlah tantangan berat dihadapi pekerja, mulai dari faktor cuaca, hambatan akses menuju titik proyek, hingga ancaman longsor susulan.
Kondisi ini memaksa adanya perubahan desain struktur, seperti memperpanjang pemasangan box culvert dari 9 meter menjadi 21 meter demi keamanan jangka panjang. Pemerintah daerah kini tengah menyiapkan jalur pengalihan sementara (detour) dengan memakai lahan milik warga di sekitar lokasi. Langkah ini diambil agar konektivitas wilayah tetap terjaga selama proses konstruksi berjalan.
Jembatan darurat yang ada saat ini dipastikan tetap beroperasi bagi masyarakat. Operasional jembatan sementara tersebut akan tetap menerapkan pengaturan ketat yang memprioritaskan keselamatan warga maupun para pekerja proyek.