Satpol PP Pastikan Video Viral Pijat India Pakai Miras di Sunter Hanya Konten
Aktivitas media sosial kembali memicu kegaduhan setelah sebuah rekaman video memperlihatkan praktik pijat ala India yang disertai penyajian minuman keras di kawasan Danau Sunter, Jakarta Utara. Namun, pihak berwenang segera bergerak melakukan verifikasi untuk meluruskan kabar yang beredar di masyarakat tersebut. Satpol PP Kecamatan Tanjung Priok memastikan bahwa video viral yang menarasikan adanya praktik tersebut tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Berdasarkan pengecekan langsung, petugas menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial itu murni sebatas pembuatan konten kreatif.
Kepastian mengenai status video tersebut diperoleh setelah Satpol PP Kecamatan Tanjung Priok bersama Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat (18/7/2026). Dilansir dari Detikcom, penegasan ini disampaikan secara resmi oleh pihak penegak perda melalui saluran komunikasi digital mereka.
"Petugas melakukan pengecekan dan klarifikasi kepada pedagang, warga, serta tokoh masyarakat di sekitar lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, tidak ditemukan adanya aktivitas jasa pijat maupun penyajian minuman keras sebagaimana yang diberitakan," tulis Satpol PP Kecamatan Tanjung Priok melalui akun Instagram resminya, Sabtu (19/7/2026). Pihak berwenang kembali menggarisbawahi bahwa situasi di kawasan wisata buatan tersebut tetap kondusif dan bersih dari aktivitas ilegal seperti yang digambarkan dalam video.
"Informasi yang beredar diketahui hanya merupakan konten media sosial dan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lokasi," ujarnya. Menyikapi fenomena ini, aparat penegak hukum daerah mengimbau kepada seluruh pengguna internet dan pembuat materi kreatif agar lebih berhati-hati dalam memproduksi maupun menyebarkan narasi digital. "Mari bersama-sama memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi, informasi, dan hiburan yang positif serta bertanggung jawab," tutupnya.
Sebelumnya, jagat maya dihebohkan dengan tayangan yang mengklaim adanya penyedia jasa pijat tradisional khas India di area Danau Sunter, di mana sang pemijat juga memberikan minuman beralkohol kepada para pengunjungnya.
Kehadiran para pembuat konten tersebut ternyata memicu keresahan dan protes dari komunitas pedagang setempat serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar danau. "Kami pedagang ataupun masyarakat juga terganggu ya atas kehadirannya konten pijit itu ya. Mereka juga mengadakan miras, bahkan kami semua pedagang di sini tak tidak ada yang jual miras sama sekali," kata seorang pedagang di Danau Sunter. Menurut kesaksian para pelaku usaha di lokasi, kelompok pembuat video tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 15 hingga 20 orang dan bukan merupakan warga asli lingkungan Sunter.
"Saya juga kagak enak juga ngelihatnya gitu ya, takutnya disangka orang-orang, masyarakat Indonesia yang tahu kita yang ngadain padahal kita sama sekali nggak ya," kata dia.