Sega dan Nvidia Berkolaborasi Rilis Game Virtua Fighter Crossroads
Sega dan Nvidia resmi mengumumkan kolaborasi baru untuk merilis game Virtua Fighter Crossroads pada perangkat laptop serta desktop yang menggunakan chip berbasis Arm terbaru dari Nvidia, yaitu RTX Spark. Kerja sama ini menandai kembalinya kemitraan kedua raksasa teknologi setelah tiga dekade sejak perilisan game Virtua Fighter pertama di PC. Kemitraan strategis ini dipastikan tidak hanya terbatas pada satu judul game saja, melainkan akan meluas ke berbagai game Sega lainnya di masa depan.
Berdasarkan keterangan resmi Nvidia yang dilansir dari Detik iNET pada Kamis (16/7/2026), deretan game terbaru Sega nantinya akan mendukung teknologi upscaling dan rendering mutakhir, termasuk ray tracing, DLSS, serta integrasi penuh kecerdasan buatan (AI) seperti Reflex dan G-Assist. Pengumuman kolaborasi besar tersebut disampaikan langsung oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, dalam sebuah acara spesial di Tokyo yang merayakan 30 tahun kemitraan Sega dan Nvidia. Acara itu turut dihadiri oleh mantan Presiden Sega era 90-an Shoichiro Irimajiri, CEO Sega saat ini Haruki Satomi, COO Shuji Utsumi, dan desainer game legendaris Yu Suzuki.
Dalam pidatonya, Huang kembali mengenang masa-masa kritis ketika Irimajiri menjadi pahlawan yang menyelamatkan Nvidia dari jurang kebangkrutan pada 1990-an dengan memberikan suntikan dana darurat sebesar USD 5 juta saat Nvidia kehabisan modal akibat pembatalan proyek GPU konsol Dreamcast.
Meskipun Sega sempat mengalihkan kontrak GPU Dreamcast ke perusahaan lain, Irimajiri merestrukturisasi dana USD 5 juta tersebut sebagai investasi saham yang kemudian digunakan Nvidia untuk mengembangkan GPU sukses seperti Riva 128 dan GeForce 256. Sega akhirnya mencairkan sahamnya seharga USD 15 juta saat Nvidia melakukan IPO pada 1999 dan meraup untung tiga kali lipat. Langkah penjualan saham tersebut kini menyisakan potensi keuntungan yang sangat besar bagi Sega karena kapitalisasi pasar Nvidia saat ini telah melonjak hingga mendekati USD 5 triliun. Jika Sega tetap mempertahankan kepemilikan saham tersebut hingga sekarang, nilai aset mereka diperkirakan dapat mencapai ratusan miliar dolar AS.