Sejarah Kopi Americano Lahir dari Protes Teh dan Selera Tentara

Share

Masyarakat Amerika Serikat pada awal abad ke-18 awalnya lebih menggemari minuman teh karena pengaruh koloni Inggris. Namun, situasi tersebut berubah ketika Raja George III bersama parlemen Inggris memberlakukan pajak untuk setiap penjualan teh di wilayah tersebut.

Masyarakat Amerika kemudian melancarkan aksi protes terhadap kebijakan tersebut melalui peristiwa Boston Tea Party pada 16 Desember 1773. Peristiwa ini menjadi pemantik revolusi kemerdekaan sekaligus momen peralihan budaya minum teh ke kopi di Amerika.

Setelah meraih kemerdekaan, popularitas kopi semakin meningkat di Amerika Serikat dengan metode kopi tetes atau drip coffee sebagai varian yang paling disukai.

Dilansir dari Detik Travel, varian Kopi Americano sendiri mulai tercipta ketika tentara Amerika Serikat ditempatkan di Italia selama Perang Dunia II. Para prajurit tersebut mencari alternatif agar espresso khas Italia yang kuat dapat sesuai dengan selera mereka.

Karena terbiasa meminum drip coffee di rumah, para tentara menganggap kopi racikan Italia memiliki cita rasa yang terlalu pahit dan kurang familier di lidah mereka.

Guna mengatasinya, para prajurit menambahkan air panas ke dalam espresso Italia untuk mendapatkan tingkat kepekatan dan keseimbangan rasa yang diinginkan. Metode ini menjadi cara termudah bagi mereka untuk menghadirkan cita rasa kopi yang mirip dengan daerah asal.

Pasca-Perang Dunia II, minuman yang kemudian dikenal sebagai Americano ini berkembang menjadi konsumsi yang sangat populer di wilayah Eropa, Amerika Serikat, hingga ke seluruh dunia. Kopi Americano disukai karena teksturnya yang halus serta memiliki rasa espresso yang dalam tanpa rasa pahit yang berlebihan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author