Sejarah Sushi Terungkap Bukan Berasal dari Jepang

Share

Hari Sushi Internasional atau International Sushi Day diperingati setiap tanggal 18 Juni. Momen ini menjadi waktu yang tepat untuk mendalami riwayat kuliner berbasis nasi dan ikan tersebut. Perayaan ini pertama kali diinisiasi pada tahun 2009.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Food melalui akun Instagram tatlerdiningph, peringatan tersebut dibuat sebagai bentuk penghargaan terhadap sushi yang kini menjadi makanan khas Jepang yang mendunia. Meskipun kini sangat identik dengan kebudayaan Jepang, fakta sejarah menunjukkan hal yang berbeda. Kuliner populer ini ternyata tidak murni lahir di Negeri Sakura.

Asal-usul terciptanya makanan ini bermula dari hidangan bernama narezushi. Berdasarkan laporan Mashed, narezushi merupakan produk olahan ikan yang diawetkan dan difermentasi bersama nasi.

Proses pembuatan narezushi memanfaatkan fermentasi lakto dengan bakteri yang aman bagi tubuh. Metode pengawetan tradisional ini serupa dengan sistem pembuatan yogurt, acar, hingga asinan kubis. Hidangan narezushi ini diketahui berasal dari kawasan di sepanjang Sungai Mekong, Asia Tenggara. Area geografis tersebut mencakup wilayah beberapa negara seperti Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, hingga China yang memiliki akses langsung ke sungai tersebut.

Catatan Sejarah Abad Kedua

Para ahli sejarah menemukan bukti tertulis mengenai keberadaan narezushi dalam kamus bahasa China yang berasal dari abad ke-2. Pada masa itu, makanan pengawetan tersebut menjadi hidangan masa perang yang sangat digemari oleh masyarakat.

Menurut situs Public Broadcasting Service, kuliner ini tercatat baru memasuki wilayah Jepang pada abad ke-9. Fakta-fakta kronologis tersebut memperkuat kesimpulan bahwa negara asal sushi yang sebenarnya kemungkinan besar adalah China, bukan Jepang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author