Selandia Baru Bersiap Redam Mohamed Salah di Piala Dunia 2026
Mantan pelatih tim nasional Selandia Baru Ricky Herbert meminta skuad negaranya tampil disiplin secara kolektif untuk meredam ancaman kapten Mesir Mohamed Salah menjelang laga krusial penyisihan Grup 7 Piala Dunia 2026 di Vancouver.
Selandia Baru mengincar kemenangan perdana setelah sebelumnya bermain imbang 2-2 kontra Iran, sementara Mesir baru saja merubah rute logistik penerbangan pasca-hasil imbang 1-1 melawan Belgia demi menjaga kebugaran skuad.
Herbert menjelaskan bahwa membatasi ruang gerak Salah menjadi kunci utama tanpa harus mengorbankan kerapian organisasi pertahanan tim secara keseluruhan.
"Dia adalah pemain kelas dunia, jadi kita harus menghormatinya. Jika dia berhasil memaksa pemain Selandia Baru ke situasi satu lawan satu, itu akan membuat segalanya menjadi sangat sulit. Di sisi lain, mereka harus berhati-hati agar tidak terlalu bergerombol di sekitarnya, karena khawatir akan meninggalkan ruang kosong di tempat lain. Oleh karena itu, ini akan menjadi soal memastikan kami tetap terorganisir dan rapat, serta menghalangi kemampuannya untuk berputar, bermain ke depan, dan membahayakan kami dengan umpan-umpan mematikan itu." kata Herbert kepada Reuters.
Mantan pelatih yang membawa Selandia Baru tak terkalahkan di Piala Dunia 2010 ini menambahkan bahwa kombinasi Mohamed Salah dan Omar Marmoush akan menguji lini belakang, seraya memuji performa awal tim di turnamen.
"Pertandingan melawan Iran merupakan langkah yang baik bagi tim nasional di Piala Dunia, dan cara yang baik untuk memperkenalkan diri. Mereka mungkin saja bisa meraih tiga poin melawan Iran. Saya yakin mereka memiliki banyak hal yang perlu dievaluasi terkait cara mereka kebobolan gol." tutur Herbert.
Dirinya meyakini peluang menang tetap terbuka lebar bagi Selandia Baru apabila para pemain dapat mengendalikan tekanan mental di ajang olahraga terbesar ini.
"Saya akan mengatakan kepada mereka: pastikan kalian menikmati momen ini karena kalian tidak ingin membawa tekanan eksternal apa pun ke dalam pertandingan. Apakah ini akan menjadi pertandingan yang sulit? Ya, tentu saja.
Apakah mereka memiliki beberapa pemain kelas dunia? Ya, mereka memilikinya. Namun, kalian berada di Piala Dunia, ajang olahraga terbesar di dunia.
Jika kita menghadapi hal ini dengan membawa emosi positif dan yang sesuai untuk pertandingan, saya yakin kita memiliki peluang." ucap Herbert menyimpulkan.
Di kubu lawan, manajer timnas Mesir Ibrahim Hassan mengonfirmasi perubahan rute mobilisasi skuadnya menggunakan pesawat charter FIFA untuk memangkas kelelahan fisik pemain. Skuad The Pharaohs dijadwalkan langsung bertolak ke Seattle pada malam 22 Juni segera setelah laga kontra Selandia Baru di Stadion BC Place selesai.