Selangor FC Terapkan Strategi Menyerang Demi Kejar Agregat Buriram United
Klub asal Malaysia, Selangor FC, menerapkan strategi menyerang sejak menit awal demi mengejar defisit agregat gol dari tuan rumah Buriram United asal Thailand pada pertandingan leg kedua final ASEAN Club Championship Shopee Cup 2025/2026 di Stadion Buriram pada Rabu, 27 Mei 2026 malam.
Tim tamu saat ini tertinggal agregat 1-0 akibat gol sundulan Suphanat Mueanta pada laga pertama yang digelar di Stadion Petaling Jaya pada Rabu, 20 Mei 2026, di mana pemenang babak final akan mendapatkan hadiah utama sebesar 425.000 dolar AS, sementara tim runner-up memperoleh 215.000 dolar AS.
Pelatih Kepala Selangor FC, Kim Pan-gon, tetap optimistis meraih trofi juara walaupun timnya harus tampil tanpa duo pemain internasional Yordania, Noor Al-Rawabdeh dan Mohammad Abualnadi, yang dipanggil tim nasional untuk persiapan Piala Dunia.
"It was a tough game in the first leg," kata Kim Pan-gon, Pelatih Kepala Selangor FC.
Juru taktik asal Korea Selatan tersebut tercatat baru menelan dua kekalahan dari 22 pertandingan di semua kompetisi dan menyatakan bahwa evaluasi mendalam telah dilakukan demi memperbaiki skema permainan skuadnya.
"Our performance also wasn't giving what we have 100 percent and after this game we acknowledged our performance," sambung Kim Pan-gon, Pelatih Kepala Selangor FC.
Koreksi tersebut diharapkan mampu membangkitkan rasa percaya diri para pemain menjelang pertandingan penentu juara ini.
"We talked a lot to correct some things and to make a new plan for this game, so everything is good at this moment. I believe our players are full of confidence that we can turn back the result to gain the championship tomorrow," ujar Kim Pan-gon, Pelatih Kepala Selangor FC.
Kim kemudian menginstruksikan anak asuhnya untuk langsung menekan pertahanan lawan demi menyamakan kedudukan agregat secepat mungkin.
"It's very important, I think, how quickly we can equalise," tambah Kim Pan-gon, Pelatih Kepala Selangor FC.
Langkah antisipasi juga dipersiapkan jika Buriram United berhasil mencetak gol lebih awal dan menerapkan strategi bertahan total.
"If they score the first goal they will park the bus and it will be very tough for us," jelas Kim Pan-gon, Pelatih Kepala Selangor FC.
Target membalikkan keadaan ini menjadi misi besar Gergasi Merah untuk mengakhiri masa paceklik gelar juara mayor sejak terakhir kali menjuarai Piala Malaysia pada tahun 2015.
"In tomorrow's game, how early we score will be very important. Tomorrow should be very exciting," pungkas Kim Pan-gon, Pelatih Kepala Selangor FC.
Sebelumnya, mantan pelatih tim nasional Malaysia tersebut juga sempat mengutarakan kebanggaannya berhasil membawa tim menembus partai puncak kompetisi Asia Tenggara ini.
"Ini adalah sesuatu yang hebat jika kita mendapatkan gelar juara," ucap Kim Pan-gon, Pelatih Kepala Selangor FC sebagaimana dilansir dari Makanbola.com.
Kim menilai timnya kerap dipandang sebelah mata dalam peta persaingan sepak bola di kawasan Asia Tenggara sebelum berhasil membuktikan kualitas mereka di turnamen ini.
"Ini karena saya fikir di ranah Asia Tenggara, kami sering dilihat sebagai tim yang tak diunggulkan," kata Kim Pan-gon, Pelatih Kepala Selangor FC.
Pencapaian menuju laga final ini dinilai menjadi sebuah hal yang sangat luar biasa bagi skuad Selangor FC yang sebelumnya finis sebagai runner-up Grup A di bawah Buriram United karena kalah produktivitas gol.
"Kami berjaya ke final dan kami patut bangga," ujar Kim Pan-gon, Pelatih Kepala Selangor FC.
Pelatih tersebut juga menegaskan pentingnya memberikan performa terbaik sebagai bentuk apresiasi kepada para pendukung.
"Kami perlu berikan sesuatu yang membanggakan kepada penyokong," kata Kim Pan-gon, Pelatih Kepala Selangor FC.
Kesiapan serupa dilontarkan oleh Kapten Selangor FC, Faisal Halim, yang menegaskan komitmen seluruh elemen tim untuk tampil habis-habisan.
"It's a big match, we're waiting for this game," kata Faisal Halim, Kapten Selangor FC.
Faisal menambahkan bahwa semua strategi yang telah dipersiapkan dalam sesi latihan akan dibuktikan secara maksimal di atas lapangan hijau.
"We're ready for this game and I'm excited for the game. I hope my team mates can give everything for this game. It's the last stand for us to do everything we have planned in this game," seru Faisal Halim, Kapten Selangor FC.
Di kubu lawan, Pelatih Kepala Buriram United, Mark Jackson, memperoleh suntikan amunisi baru setelah penyerang asal Brasil, Guilherme Bissoli, menyelesaikan masa hukuman kartu merah yang membuatnya absen di laga semifinal melawan Johor Darul Ta'zim (JDT).
"It's a huge boost," aku Mark Jackson, Pelatih Kepala Buriram United.
Kembalinya Bissoli diproyeksikan bakal mempertajam lini depan tim Thailand tersebut karena sang penyerang merupakan pencetak gol terbanyak klub dengan koleksi enam gol dari delapan pertandingan.
"He's hungry, he's fresh, and he knows what this occasion means. We'll be stronger with him back," lanjut Mark Jackson, Pelatih Kepala Buriram United.
Buriram United menjadi tim paling produktif di kompetisi ini dengan total raihan 19 gol, namun Jackson mengingatkan anak asuhnya bahwa persaingan merebut trofi belum usai.
"This tie is far from settled. Selangor will come at us differently. We've managed the recovery well, and the boys are mentally prepared. But we expect a battle," tukas Mark Jackson, Pelatih Kepala Buriram United.
Staf kepelatihan Buriram United fokus memulihkan kondisi fisik para pemain guna mengantisipasi perubahan taktik yang mungkin diperlihatkan oleh kubu Selangor FC.
"It will be important for us to have him back. I know he will be eager to play," ungkap Mark Jackson, Pelatih Kepala Buriram United.
Manajemen Selangor FC menyatakan tetap memberikan dukungan penuh serta doa bagi perjuangan para pemain sepanjang pertandingan penentu ini.
"The second leg will be a different game but we know how to manage the recovery process and prepare the boys physically and mentally for the game because this tie is not over," tutup Mark Jackson, Pelatih Kepala Buriram United.
Sebelum menghadapi laga puncak, Jackson juga sempat memberikan pernyataan menjelang laga leg kedua semifinal melawan JDT, di mana timnya memiliki modal kuat berupa rekor tak terkalahkan saat bermain di kandang sendiri.
"What MI achieved in the first leg gives us a fantastic platform, but there is no way we can take our foot off the gas or underestimate the challenge ahead," kata Mark Jackson, Pelatih Kepala Buriram United.
Jackson meminta fokus penuh dan evaluasi performa agar permainan timnya bisa meningkat dibanding performa laga sebelumnya.
"We must remain fully focused and," kata Mark Jackson, Pelatih Kepala Buriram United.
Di sisi lain, penyerang Buriram United, Supachai Chaided, menyatakan bahwa kompetisi tahun ini jauh lebih menantang karena setiap tim telah memiliki pengalaman lebih untuk menghadapi sang juara bertahan Liga 1 Thailand tersebut.
"This is now the second year of the competition, so every team has more experience and understands how to play against us," kata Supachai Chaided, Penyerang Buriram United.
Laga final ini dijadwalkan disiarkan secara langsung melalui layanan streaming olahraga resmi dan legal.